AKBP Arif Bantah Pernah Diperiksa Timsus Polri soal Kasus Kematian Yosua

ADVERTISEMENT

AKBP Arif Bantah Pernah Diperiksa Timsus Polri soal Kasus Kematian Yosua

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 17:56 WIB
AKBP Arif Rachman Arifin menjalani sidang lanjutan di PN Jaksel. Dalam sidang tersebut, jaksa meminta majelis hakim menolak eksepsi Arif Rahman Arifin.
AKBP Arif Rachman Arifin (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri AKBP Arif Rachman Arifin membantah kesaksian Agus Sariful Hidayat selaku anggota Tim Khusus Polri. Arif mengaku tidak pernah diperiksa oleh Timsus Polri terkait pelanggaran kode etik penanganan kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat baik secara lisan maupun resmi.

"Saya belum pernah diperiksa, Pak. Mohon izin, dipanggil resmi maupun diperintah lisan, saya tidak pernah, Pak. Mungkin Bapak lupa," kata Arif seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (2/12/2022).

Arif kemudian menjelaskan perihal dirinya yang tidak menyodorkan surat perintah penyelidikan terkait kasus kematian Yosua kepada Agus. Hal itu karena, kata Arif, dia mengaku belum pernah diperiksa oleh Timsus.

"Kedua, mungkin tadi Bapak juga akhirnya bertanya saya tidak pernah menunjukkan sprin karena saya belum pernah, Pak, Bapak periksa. Pertanyaan saya cuma satu, Pak, seandainya Bapak periksa saya, saya menunjukkan sprin, berarti itu sesuai dengan SOP, Pak?" kata Arif.

"Iya," jawab Agus, yang duduk menjadi saksi dalam sidang Arif.

Timsus Beberkan Pelanggaran Etik Arif

Diketahui, Agus Sariful Hidayat menjadi saksi dalam kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa AKBP Arif. Agus membeberkan pelanggaran kode etik yang dilakukan mantan Wakaden B Ropaminal Divpropam Polri itu dalam penanganan kasus kematian Yosua Hutabarat. Apa saja pelanggaran etik yang dilakukan Arif?

"Memang ada pelanggaran kode etik apa yang dilakukan Terdakwa sehingga saksi melakukan pemeriksaan?" tanya jaksa dalam sidang di PN Jaksel, Jumat (2/12).

Agus pun membeberkan pelanggaran etik yang dilakukan Arif Rachman dalam kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat. Pertama, Arif masuk ke ruang autopsi jenazah Yosua.

"Bentuk perbuatan yang kami sampaikan kepada pimpinan, Yang Mulia, pimpinan melanjutkan melaporkan kepada Divpropam, antara lain mengikuti proses autopsi bergandengan dengan AKBP Susanto," kata Agus.

Kemudian, kata Agus, Arif bukan hanya mengikuti prosesnya, tapi juga masuk ke kamar autopsi jenazah Yosua." Memasuki kamar autopsi," kata Agus.

Arif, lanjut Agus, juga memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) tiga saksi di kasus pembunuhan Yosua itu copy-paste dari berita acara interogasi (BAI) yang dibuat Biro Paminal Divpropam Polri. Kendati demikian, Agus mengaku lupa perihal nama tiga saksi itu.

"Memerintahkan penyidik Polres Jaksel agar dalam membuat BAP tiga saksi dimaksud hanya mengganti BAP dari BAI Biro Paminal yang telah dibuat," kata Agus.

"Coba ulangi yang terakhir," timpal hakim ketua Ahmad Suhel.

"Memerintahkan penyidik Polres Metro Jaksel agar dalam membuat BAP tiga saksi dimaksud dengan hanya mengganti judul BAI dari Biro Paminal menjadi Reskrim Jaksel," jawab Agus.

"Artinya pemeriksaan copas (copy paste) saja?" tanya hakim.

"Copas saja," jawab Agus.

(whn/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT