Bisik-bisik soal Wanita Nangis di Rumah Sambo Tertuju ke 'Si Cantik'

ADVERTISEMENT

Bisik-bisik soal Wanita Nangis di Rumah Sambo Tertuju ke 'Si Cantik'

Karin Nur Secha, Azhar Bagas Ramadhan, Wildan Noviansyah - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 20:31 WIB
Putri Candrawathi kembali menjalani sidang offline usai negatif COVID-19. Putri berpelukan dengan suaminya Ferdy Sambo yang juga menjadi terdakwa.
Ferdy Sambo (A. Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Sosok wanita menangis di rumah Ferdy Sambo yang diungkap oleh Bharada Richard Eliezer (Bharada E) masih menjadi tanda tanya. Pihak pengacara Yosua Hutabarat, Martin Lukas, menyebut sosok perempuan itu tertuju ke si cantik berseragam cokelat.

Awalnya cerita wanita menangis di rumah Ferdy Sambo itu disampaikan Eliezer saat bersaksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf, Rabu (30/11/2022).

Dirangkum detikcom pada Kamis (1/12/2022), merespons pernyataan itu, pihak pengacara Sambo menuding Bharada E berbohong. Sedangkan pihak Yosua menduga sosok wanita itu tertuju pada si cantik berseragam cokelat.

Eliezer awalnya ditanya majelis hakim apakah Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo pernah terlibat pertengkaran, Eliezer kemudian menceritakan momen bulan Juni lalu.

Eliezer adalah ajudan Sambo yang berjaga di rumah Saguling, tempat Putri tinggal. Sedangkan Brigadir N Yosua Hutabarat adalah ajudan Putri yang melekat.

Bharada E mengaku melihat wanita menangis di rumah Bangka itu pada Juni lalu. Eliezer kemudian menceritakan hal ini. Dia mengatakan saat itu Putri dari rumah Saguling mengajak dia, Yosua, dan Mateus ke rumah Bangka. Sebelum ke rumah Bangka, mereka sempat berputar-putar di Jalan Kemang Raya, Jaksel.

Eliezer menyebut Putri lebih dulu tiba di rumah Bangka. Saat di rumah Bangka wajah Putri terlihat seperti orang marah. Tak lama, Ferdy Sambo tiba dengan wajah marah. Setelah itu, ada rekan Sambo yang dipanggil Koh Erben datang ke rumah tersebut.

Tidak diketahui, wanita ini datang bersama Koh Erben atau seperti apa. Sebab, bersamaan dengan waktu Koh Erben datang di rumah Bangka, Eliezer sedang ke belakang rumah.

"Tiba-tiba almarhum bilang sama Mateus 'tidak ada selain kami berdua, maksudnya Yosua dan Mateus yang ada di dalam area rumah kediaman Bangka, semua nunggu di luar'," kata Eliezer di PN Jaksel, Rabu (30/11/2022).

Eliezer menyebut dia berjaga di depan rumah bersama Farhan dan Alfons. Kemudian di belakang ada Romer, Sadam, dan sejumlah asisten rumah tangga (ART) Sambo di rumah Bangka.

Tidak diketahui apa yang terjadi di dalam. Namun, sekitar dua jam kemudian ada wanita yang keluar dari rumah Sambo. Eliezer mengaku tidak pernah sama sekali melihat wanita itu. Wanita itu keluar rumah dalam kondisi menangis.

"Sekitar satu jam, dua jam, baru tiba-tiba ada orang keluar dari rumah. Pagar kami tutup, dia ketuk dari dalam rumah. Saya bilang Alfons 'ada orang keluar', dia buka pintu, tiba-tiba ada perempuan. Saya tidak kenal dia, nangis dia, baru ini (saya lihat), siapa ya? karena saya nggak ada waktu dia datang. Saya lihat di di dalam ada pak Erben juga di depan rumah," ucap Eliezer.

Saat itu wanita yang tidak diketahui Eliezer itu mencari driver-nya. Setelah bertemu dengan driver-nya, wanita itu langsung meninggalkan rumah Bangka.

"Perempuan itu bilang nanya driver dia di mana. Saya lari ke samping panggil driver-nya, mobil Pajero hitam kalau tidak salah, baru driver-nya datang, perempuan itu naik langsung pulang," ungkapnya.

Selengkapnya halaman selanjutnya soal respons pengacara Yosua.

Simak Video: CCTV Kompleks Sambo Diputar, Hakim Soroti ART Berlarian: Kodir Kodir

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT