Ahli Ungkap CCTV di Rumah Sambo Dipaksa Dimatikan Sebanyak 26 Kali

ADVERTISEMENT

Ahli Ungkap CCTV di Rumah Sambo Dipaksa Dimatikan Sebanyak 26 Kali

Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 16:51 WIB
Jakarta -

Saksi ahli dari Pusat Laboratorium Forensik Polri Hery Priyanto mengungkap ada temuan tak lazim dalam digital video recorder (DVR) CCTV di kediaman Ferdy Sambo, di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hal tersebut berupa upaya mematikan secara paksa DVR tersebut sebanyak 26 kali.

Hal ini diungkapkan Hery saat bersaksi di sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel, Kamis (1/12/2022). Duduk sebagai terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di sana.

Hery mengatakan pihaknya menerima beberapa barang bukti di kasus tersebut. Dari hard disk hingga DVR di kediaman Ferdy Sambo. Hery mengatakan DVR tersebut didapat dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

"Ada pertama kami telah melakukan pemeriksaan di kasus ini satu unit hard disk warna hitam, kedua adalah terhadap barang bukti digital unit DVR, dan satu buah Microsoft Surface hitam dalam keadaan terurai atau rusak," kata Hery di ruang sidang.

Hery menuturkan, saat DVR tersebut diperiksa, ditemukan peringatan yang menunjukkan tidak adanya hard disk atau ruang penyimpanan. Karena hal tersebut, selanjutnya tim melakukan pemeriksaan menggunakan metode forensik tapi tidak mendapatkan file apa pun di dalamnya.

"Perlu saya sampaikan ahli memeriksa terhadap DVR itu, pertama dalam satu unit DVR ditemukan informasi terdapat fisik media penyimpan berupa hard disk, namun terdapat pesan peringatan berupa tidak ada disk atau hard disk tidak terdeteksi dalam sistem DVR," kata dia.

"Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan metode forensik. Kami temukan hard disk tersebut tidak dikenali sebagai file system dan tidak terdapat file apa pun," imbuhnya.

Karena tak ada file apa pun, lanjut Hery, tim kemudian menganalisis log file terhitung sejak 8 hingga 13 Juli 2022. Saat itu ditemukan adanya kegiatan abnormal shutdown atau upaya mematikan perangkat secara paksa sebanyak 26 kali. Dengan rincian 8 Juli sebanyak 1 kali, 10 Juli 1 kali, 12 Juli 7 kali, dan 13 Juli 17 kali. Namun Hery belum merinci apakah kegiatan tersebut karena mati lampu atau tindakan disengaja.

"Selanjutnya dengan peralatan tersebut, kami analisa tentang log file. Kami temukan sebanyak 300, kami ambil sampling dari tanggal 8-13 Juli 2022. Apabila kita matikan secara sempurna maka akan menimbulkan log file power off dan on. Ketika kita menemukan log file abnormal shutdown maka ada upaya mematikan secara paksa atau tidak prosedural bisa mati lampu atau dicabut," jelasnya.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT