Pengacara Yosua soal Wanita di Rumah Sambo: Apa Si Cantik Seragam Cokelat?

ADVERTISEMENT

Pengacara Yosua soal Wanita di Rumah Sambo: Apa Si Cantik Seragam Cokelat?

Karin Nur Secha - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 12:48 WIB
Pengacara keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak.
Foto Martin Lukas: (Azhar Bagas Ramadhan/detikcom)
Jakarta -

Sosok wanita misterius yang menangis di rumah Ferdy Sambo di Bangka, Jakarta Selatan, masih jadi teka-teki. Pengacara Brigadir J, Martin Lukas, meminta majelis hakim mencari tahu sosok wanita menangis di rumah Sambo tersebut.

"Pasti ada. Pernah kan saya bilang diduga keras pernah terjadi tembak-tembakan katanya di rumahnya si PC (Putri Candrawathi), dan diduga keras dilakukan mereka berdua," ujar Martin kepada wartawan di Bareskrim Polri, Kamis (1/12/2022).

Dia juga menduga bahwa hubungan harmonis antara eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi hanyalah rekayasa. Dia meminta agar hakim menggali keharmonisan mereka dalam persidangan.

"Makanya saya bilang hakim perlu menggali keharmonisan di dalam tanda petik di persidangan itu apakah rekayasa atau fakta. Kalau tidak fakta berarti diduga itu ada hubungannya dengan motif kembali mengenai perempuan. Siapa perempuan itu? Yang gosipnya kan ada si cantik yang berseragam cokelat, nah apakah dia, Eliezer tidak tahu, bisa saja dia kan?" jelas Martin.

"Karena pasca digepin istrinya si Putri Chandrawathi kan dia nangis. Dan ada seorang laki-laki namanya Erben dipanggil Koh Erben, nah ini siapa ini? Apa hubungannya Koh Erben? Kenapa ketika FS dan PC berantem ada perempuan kok tiba-tiba ada Erben? Apakah Erben ini seorang PNIP?" sambungnya.

Dia meminta agar lelaki bernama Erben juga turut diperiksa dalam persidangan sebagai saksi. Menurutnya, peran lelaki tersebut berkaitan dengan motif pembunuhan.

"Kan kalau memang ada dugaan perselingkuhan diselesaikan aja antara orang ketiga, istri dan orang yang selingkuh. Ini kok tiba-tiba ada orang bernama Erben. Ini siapa Erben?" ucapnya.

"Ya sesuai dengan KUHAP saksi di BAP bisa dipanggil dihadirkan, agar bisa menerangkan membuat peristiwa pidana tersebut semakin terang. Panggil Erben jadikan sebagai saksi, periksa. Karena ini penting buat motif," lanjutnya.

Simak Video 'Kesaksian Eliezer: Wanita Nangis di Rumah Sambo-Doa Sebelum Tembak Yosua':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT