Saksi dari Timsus Polri Ungkap Kejanggalan Penanganan Kasus Kematian Yosua

ADVERTISEMENT

Saksi dari Timsus Polri Ungkap Kejanggalan Penanganan Kasus Kematian Yosua

Wilda Hayatun Nufus, Wildan Noviansah - detikNews
Kamis, 01 Des 2022 15:03 WIB
Sidang Hendra Kurniawan dan Agus (Zunita-detikcom)
Sidang Hendra Kurniawan dan Agus (Zunita/detikcom)
Jakarta -

Anggota Tim Khusus Polri Agus Sariful Hidayat saat bersaksi di sidang lanjutan Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria mengungkapkan tiga kejanggalan saat proses penanganan kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat. Apa saja?

Hal itu dikatakan Agus saat bersaksi di sidang perintangan penyidikan kasus obstruction of justice terkait pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat di PN Jaksel, Kamis (1/12/2022).

Mulanya, Agus mengatakan pihaknya baru mengetahui peristiwa penembakan di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang menewaskan Yosua itu pada 11 Juli. Kemudian, timsus bergerak pada 12 Juli dan menemukan beberapa kejanggalan.

"Tadi saya tanyakan ada banyak kejanggalan dari tanggal 8 sampai 12. Bisa dijelaskan kejanggalannya apa?" tanya jaksa.

"Pertama tanggal 8 tidak mengetahui bahwa ada kejadian baru tau 11 malam kita melakukan peninjauan, 12 baru turun perintah timsus dan inspektorat khusus (irsus) untuk melakukan kegiatan," kata Agus.

Pertama, Agus mengatakan pihaknya menyoroti peristiwa adanya penolakan dari keluarga jenazah Yosua di Jambi. Saat itu, kata Agus, pihaknya menemukan kejanggalan peti jenazah Yosua tidak boleh dibuka.

"Dari peristiwa ini yang ramai tanggal 11 ada kejadian di Jambi ada penolakan dari keluarga jenazah yang dibawa oleh Hendra Kurniawan untuk dibuka, kenapa bisa terjadi dan kenapa menolak," kata Agus.

Kedua, pada 12 Juli, Timsus datang ke TKP pembunuhan Yosua di Komplek Polri Duren Tiga. Di sana ditemukan ada beberapa barang bukti yang hilang sepeti proyektil peluru dan juga arah tembakan.

"Kemudian tanggal 12 kami dan tim secara bersama sama datang ke TKP malam hari di sana di temukan beberapa barang bukti yang kurang seperti proyektil peluru, arah tembakan, karena saat itu kita lakukan oleh TKP dengan labfor," kata Agus.

Kemudian, ketiga, Timsus menerima laporan adanya CCTV di rumah Ferdy Sambo yang rusak. Agus, mengatakan saat itu timsus lalu bergerak mengecek CCTV di Pos Satpam Komplek Polri Duren Tiga. Akan tetapi, CCTV itu juga ternyata rusak.

"Berikutnya dari laporan-laporan, ada beberapa yang menyatakan CCTV di rumah rusak, kemudian di belakang sampai kami malam itu mengecek CCTV di pos satpam, tidak ada, rusak," kata Agus.

Berangkat dari beberapa kejanggalan itu, Timsus, kata Agus, bergerak melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang saat itu berada di TKP. Tak hanya itu, Timsus juga memeriksa siapa yang seharusnya tidak ada di tempat kejadian.

"Makanya kami melakukan pemeriksaan terhadap orang orang yang berada di TKP tanpa atau tidak semestinya ada di TKP, apa fungsinya saat itu, di mana apa yang dikerjakan," kata Agus.

Simak video 'Kala Eliezer Merasa Berdosa Hingga Takut Bernasib Sama Seperti Yosua':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT