Klaim Brigjen Hendra Sewa Jet Pribadi Setengah Miliar Bukan dari Mafia Judi

ADVERTISEMENT

Klaim Brigjen Hendra Sewa Jet Pribadi Setengah Miliar Bukan dari Mafia Judi

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 08:13 WIB
Brigjen Hendra Kurniawan dan Kombes Agus Nurpatria menjalani sidang kasus perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2022). Mereka kompak mengenakan kemeja hitam.
Hendra Kurniawan (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta -

Kuasa hukum mantan Karo Paminal Propam Polri Hendra Kurniawan, Sahala Panjaitan, mengklaim jet pribadi yang digunakan kliennya untuk menemui keluarga Brigadir Yosua Hutabarat dibayar oleh Hendra dan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. Hendra berharap uang itu diganti oleh Sambo.

Sahala membantah jet pribadi dibiayai oleh mafia judi. Dia menyebut Hendra membayar Rp 300 juta, sedangkan Ferdy sambo membayar Rp 200 juta.

"Ada framing sekan akan Pak HK ke Jambi itu pakai private jet yang dibiayai oleh mafia judi, itu juga salah tidak benar. Itu yang membayar private jet itu, pake uang dari Pak Sambo Rp 200 juta, dan dari Pak HK keluar Rp 300 juta," ujar Sahala kepada wartawan, Selasa (29/11/2022).

Sahala menyebut, Hendra berharap Sambo mengganti Rp 300 juta yang telah dikeluarkan untuk menyewa jet pribadi. Masalah pembiayaan jet itu disebut telah disampaikan ke Tipikor Bareskrim.

"Yang mana pak HK beranggapan atau berharap Pak Sambo akan mengganti itu kembali. Jadi nggak benar itu ada dari mafia," tuturnya.

"Ini juga sebenarnya sudah diturunkan tim dari Bareskrim tipikor untuk memeriksa dan semua fakta-fakta sudah disampaikan ke tipikor Bareskrim," sambungnya.

Atas Perintah Sambo

Hendra Kurniawan juga disebut tidak ikut mengantar jenazah Yosua ke Jambi. Sahala menuturkan kliennya datang setelah proses pemakaman selesai.

"Masalah Pak HK yang disampaikan itu ikut mengantar jenazah ke Jambi. Fakta persidangan mengatakan dari para saksi, Pak HK itu tidak pernah ikut dalam proses pengantaran jenazah, Pak HK tiba beberapa jam setelah almarhum dikebumikan, jadi tidak benar pak HK melarang peti dibuka, karena tidak pernah satu waktu dengan peti dengan keluarga dengan Pak HK nggak ada itu," ujarnya.

Menurut Sahala, Hendra pergi menemui keluarga Yosua atas perintah Ferdy Sambo untuk menjawab permintaan pihak keluarga. Salah satunya terkait masalah perpindahan tugas adik Yosua.

"Pak HK datang ke sana itu atas perintah Pak Ferdy Sambo, kenapa Pak Ferdy Sambo perintahkan Pak HK ke sana, karena ada permintaan keluarga yang tim sudah sampai duluan di sana tidak bisa menjawab permintaan keluarga ini. Salah satu permintaan keluarga itu adalah terkait permintaan untuk pemindahan adik almarhum dari Mabes Polri ke Jambi," ujarnya.

Simak video 'Babak Baru Sidang Eliezer dkk, Ring 1 Sambo Saling Bersaksi':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT