Eks KSAU Disebut Mangkir Jadi Saksi di Sidang AW-101, Pengacara Bantah

ADVERTISEMENT

Eks KSAU Disebut Mangkir Jadi Saksi di Sidang AW-101, Pengacara Bantah

Muhammad Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 16:54 WIB
Kuasa hukum eks KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna, Teguh Samudera
Kuasa hukum eks KSAU Marsekal (Purn) Agus Supriatna, Teguh Samudera. (Hanafi/detikcom)
Jakarta -

Eks Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (Purn) Agus Supriatna membantah soal kabar dirinya mangkir jadi saksi di persidangan korupsi pengadaan helikopter AW-101. Agus mengklaim kabar itu tidak sesuai dengan kenyataan.

Hal itu disampaikan oleh Teguh Samudera selaku pengacara Agus. Dalam keterangannya, dia menyampaikan butir hak jawab dan bantahan terkait pemberitaan tersebut.

"Marsekal (Purn) Agus Supriatna sangat menyayangkan sehubungan dengan pemberitaan akhir-akhir ini di mass media, baik media cetak maupun media elektronik yang isinya tidak sesuai dengan kenyataan tentang pemanggilan KPK terhadap klien kami untuk hadir sebagai saksi di persidangan kasus AW-101," kata Teguh Samudera dalam keterangannya, Selasa (29/11/2022).

Menurut Teguh, media massa yang memberitakan mangkirnya Agus hanya berdasarkan informasi dari sepihak, yakni jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Dia mengaku keberatan lantaran pemberitaan itu tidak lebih dulu dikonfirmasi.

"Klien kami sangat keberatan dan merasa dirugikan karena pemberitaan-pemberitaan tersebut tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu terhadap klien kami terkait dasar pemanggilan yang dilakukan," jelas dia.

Selain itu, Teguh selaku pengacara mengaku tidak pernah menerima surat panggilan Agus untuk bersaksi di dalam persidangan.

"Apakah telah patut atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku, atau apakah pemanggilan yang dilakukan JPU KPK telah sampai kepada klien kami atau tidak, karena selama ini saya selaku penasehat hukum tidak pernah tau adanya surat panggilan tersebut," tambahnya.

Kemudian, dia juga keberatan atas dakwaan JPU KPK yang menurutnya menggiring opini bahwa Agus merupakan bagian dari pelaku tindak pidana korupsi. Teguh menjelaskan, dalam fakta hukum di persidangan, para saksi telah menjelaskan bahwa Agus tidak sama sekali mengetahui maupun menerima uang di perkara ini.

"Bahwa klien kami tidak mengetahui dan tidak pernah menerima uang dalam kasus tersebut, sebagaimana yang didakwakan oleh JPU, yang diterangkan secara berulang- ulang, termasuk para saksi menyatakan bahwa klien kami tidak mengetahui istilah dana komando, sebagaimana istilah yang digunakan jaksa dalam dakwaannya," tutur Teguh.

Simak selengkapnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT