3 Hal Runyam Problem Warga Mau Huni Kampung Susun Bayam

ADVERTISEMENT

3 Hal Runyam Problem Warga Mau Huni Kampung Susun Bayam

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 22:57 WIB
Sejumlah warga berkaktivitas di kawasan Kampung Susun Bayam, Jakarta International Stadium, Papanggo, Jakarta Utara, Rabu (12/10/2022).
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Warga calon penghuni Kampung Susun Bayam di Jakarta Utara belum bisa menempati hunian gegara terkendala ongkos sewa. Negosiasi antara warga dengan Jakpro masih deadlock.

Kampung Susun Bayam dibangun dalam kurun waktu 4 bulan 20 hari sejak 7 Mei 2022 lalu. Bangunan ini berdiri di atas area seluas 17.354 meter persegi, dibangun 3 tower 4 lantai yang terdiri dari 138 unit hunian.

Setiap unit memiliki luas 36 m persegi dengan layout ruangan meliputi 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dapur ruang keluarga balkon dan ruang cuci pakaian mengambil konsep mezzanine.

Warga calon penghuni Kampung Susun Bayam sempat aksi di gerbang pintu masuk Kampung Susun Bayam di kawasan JIS, Jakarta Utara. Mereka menagih janji PT Jakarta Propertindo (JakPro) untuk bisa menempati rumah susun tersebut.

Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda (54) menyampaikan saat peresmian pada Oktober lalu, calon penghuni dijanjikan bisa menempati Kampung Susun Bayam per 20 November.

"Itu dinyatakan di dalam satu ruangan. Waktu pernyataan itu dibuat bulan Oktober kemarin, dan itu dinyatakan di dalam kantor dalam situasi kita rapat. Artinya kan itu pernyataan resmi dari pejabat JakPro dan Pemprov," kata Asep kepada wartawan di JIS, Jakarta Utara.

Asep mengatakan warga sudah menunggu penyerahan kunci hunian Kampung Susun Bayam tersebut. Namun kunci hunian itu tak kunjung diberikan kepada warga.

"Tapi sampai hari ini, sampai kemarin, kita tunggu-tunggu nggak ada realisasi penyerahan kunci itu. Kita nggak ngerti kendalanya seperti apa dan bagaimana kendalanya, kita nggak tahu, karena memang itu bukan ranah kita," ujarnya.

Tawaran Tarif Sewa dari Rp 1,5 Juta Jadi Rp 635 Ribu

Warga keberatan harga sewa Kampung Susun Bayam yang ditawarkan Jakpro sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Warga meminta harga sewa jauh lebih murah.

"Semurah-murahnya. Di bawah Rp 1,5 juta. Karena masyarakat Kebun Bayam kan berpenghasilan rendah rata-rata," kata Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda, kepada detikcom, Jumat (25/11/2022).

JakPro telah menyampaikan berdasarkan hasil diskusi dengan Pemprov DKI, harga sewa yang ditawarkan akan di bawah Rp 1,5 juta per bulan. Vice President Corporate Secretary PT Jakarta Propertindo (JakPro) Syachrial Syarief menyebut harga sewa tersebut akan merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 55 Tahun 2018.

Dia menyebut pihaknya juga telah melakukan sosialisasi harga sewa itu kepada warga. "Ya betul (harga sewa di bawah Rp 1,5 juta), untuk tarif sewa Kampung Susun Bayam," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Asep Suwenda membenarkan Jakpro menawarkan harga sewa di bawah Rp 1,5 juta. Asep mengatakan JakPro menawarkan harga sewa Rp 635 ribu per bulan.

"Rp 635 ribu," kata Asep kepada wartawan, Minggu (27/11/2022). Asep dimintai konfirmasi soal pernyataan JakPro yang menyebut tarif sewa Kampung Susun Bayam akan di bawah Rp 1,5 juta.

Asep menyebut penawaran itu disampaikan pihak Jakpro saat melakukan pertemuan dengan warga calon penghuni Kampung Susun Bayam pada Jumat (25/11). Meski sudah ada penawaran terbaru, warga belum sepakat.

"Kalau sesuai keinginan warga itu ya antara sekitar Rp 250 ribuan," ujar Asep.

Dia berharap segera ada kesepakatan antara warga dengan JakPro. Asep menyampaikan tarif sewa yang bisa disepakati warga calon penghuni Kampung Susun Bayam di bawah Rp 500 ribu.

"Di bawah Rp 500 ribu," katanya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT