Warga Keberatan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta Per Bulan

ADVERTISEMENT

Warga Keberatan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp 1,5 Juta Per Bulan

Rumondang Naibaho - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 20:59 WIB
Anies resmikan Kampung Susun Bayam
Kampung Susun Bayam. (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Warga keberatan harga sewa Kampung Susun Bayam (KSB) yang ditawarkan Jakpro sebesar Rp 1,5 juta per bulan. Warga meminta harga sewa jauh lebih murah.

"Semurah-murahnya. Di bawah Rp 1,5 juta. Karena masyarakat Kebun Bayam kan berpenghasilan rendah rata-rata," kata Ketua Koperasi Persaudaraan Warga Kampung Bayam, Asep Suwenda, kepada detikcom, Jumat (25/11/2022).

Asep mengatakan sampai saat ini pihak warga calon penghuni Kampung Susun Bayam dengan Jakpro belum menemukan kesepakatan soal harga sewa. Dia mengatakan malam ini masih dilakukan pembahasan dengan Jakpro.

"Kemarin kita ketemuan rapat tuh hari Rabu. Hari Rabu itu rapat itu belum ada kesepakatan. Pihak Jakpro maupun dengan warga belum ada kesepakatan mengenai masalah nominal dan serah terima kunci belum ada informasi itu," ucapnya.

Dia menerangkan pada pertemuan sebelumnya hanya membahas harga sewa. Menurutnya, harga sewa yang ditawarkan Jakpro jauh dari kemampuan warga.

"Warga masih keberatan dengan nominal itu, jadi belum ada kesepakatan. Yang namanya kesepakatan berarti ada tandatangan kedua belah pihak ya, tapi itu sama sekali nggak tanda tangan, nggak ada apa-apa, cuma nominal disebutkan," terangnya.

Lebih lanjut Asep berharap pada pertemuan lanjutan malam ini Jakpro dapat memberikan nominal yang dapat dijangkau warga Kampung Bayam. Supaya warga dapat pindah secepatnya.

"Masyarakat tuh sekarang kan pada ngontrak, jadi kalau diberikan kunci kan mereka bisa langsung pindah dan ditempati," ujarnya.

Dihubungi terpisah, VP Corporate Secretary Jakpro Syachrial Syarif menuturkan pihaknya masih terus menjalin komunikasi dengan warga. Menurutnya, terkait kesepakatan harga sewa menjadi bahasan yang krusial saat ini.

"Karena kita sebagai entitas usaha harus memperhitungkan biaya-biaya yang harus diperhitungkan. Nah, angkanya memang berbeda, jauh berbeda. Karena warga inginnya semurah-murahnya gitu, nah inilah yang masih kita diskusikan," tutur Syarif saat dihubungi.

Dia menyebutkan ada kemungkinan warga dapat memasuki hunian lebih cepat jika telah mencapai kesepakatan kontrak. Diketahui Jakpro dan warga calon penghuni Kampung Susun Bayam (KSB) saat ini sedang mengadakan pertemuan lanjutan di Balai Pertemuan, Kantor Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT