Kasepolwan: Kepercayaan Publik Tak Bisa Dipaksa, Kami Berbenah Sekuat Tenaga

ADVERTISEMENT

Kasepolwan: Kepercayaan Publik Tak Bisa Dipaksa, Kami Berbenah Sekuat Tenaga

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 15:35 WIB
Jakarta -

Kepercayaan publik menjadi fokus Polri berbenah. Termasuk yang dilakukan Sekolah Polwan (Sepolwan).

Sepolwan tiap tahunnya menerima ratusan siswa baru yang dididik untuk menjadi polwan di masa mendatang. Artinya ada ratusan keluarga yang menitipkan dan mempercayakan masa depan anaknya pada Sepolwan.

"Saya berharap saat ini masyarakat semakin percaya kepada Polri. Kami sadar, percaya itu tidak bisa dipaksakan. Percaya itu tidak bisa dibeli. Dan percaya itu tidak bisa diminta," kata Kepala Sekolah Polisi Wanita (Kasepolwan) Kombes Ratna Setiawati di program Sosok, Minggu (27/11/2022).

Ratna menerangkan dirinya, para pengasuh, instruktur dan tenaga didik di Sepolwan Polri tak hanya berkutat pada kegiatan belajar-mengajar sehari-hari. Di Sepolwan, Ratna dan jajarannya juga melakukan evaluasi kurikulum, cara mengajar, dan metode pembentukan karakter.

Tujuannya agar apa yang diterapkan di Sepolwan sesuai dengan tantangan profesi kepolisian seiring berkembangnya zaman. Ratna menyebut saat ini penting bagi lembaga-lembaga pendidikan di Polri memastikan lulusannya memiliki karakter integritas sebagai abdi negara serta pelayan bagi masyarakat.

"Oleh karena itu, kami yang ada di dalam Polri akan berusaha untuk sekuat tenaga. Mempertahankan kepercayaan yang sudah diperoleh dari masyarakat, agar menjadi institusi yang semakin dipercaya," ungkap Ratna.

Tiap lembaga pendidikan Polri, pada era Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini, juga harus mampu melahirkan polisi-polisi yang mau turun ke publik untuk mendengar dan menyerap aspirasi atau kesulitan masyarakat.

"Polri ini menghadapi masyarakat, bukan menghadapi musuh. Kalau tidak humanis nanti di lapangan seperti apa jadinya, Mbak? Nah, kalau misalnya tidak humanis, nanti dia seolah-olah masyarakat itu musuhnya, akibatnya apa? Akibatnya, anggota Polri ini ke depannya kalau seperti itu tidak ramah kepada masyarakat. Tidak menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat dengan cara-cara yang lebih manusiawi," terang dia.

Sementara itu, Ps Kanit Binmas Polsek Muara Gembong yang merupakan alumnus Sepolwan Angkatan 28, Aipda Rohimah, menyebut sebenarnya sudah sejak dulu lembaga-lembaga pendidikan mengajarkan kepekaan dan ketanggapan pada siswa didiknya. Kepekaan dan cepat tanggap yang dimaksud terkait sikap empati dan kepedulian pada apa yang terjadi di sekitar.

"Semua di pendidikan, mau di Sepolwan, mau di Polki (Polisi Laki-laki), itu sama, dilatih alarm. Satu, kepekaan, dan ketanggapan. Biar apa? Mengajarkan kita biar cepat respons, cepat empati, cepat terasa kepedulian," tutur Rohimah.

Ibu dari dua anak ini merasa kesempatannya berkarier di kepolisian adalah pemberian Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. Bagi Rohimah, cara menjadi polisi yang bertanggung jawab adalah dengan tidak masa bodoh, bekerja dengan baik dan sesuai aturan.

"Tidak cuek. Ya Allah, tidak masa bodoh. Ingat, ini cuma seragam titipan. Apa yang kita makan, gaji, itu ada pertanggungjawabannya di akhirat. Bagaimana cara kita untuk menuntaskan semua gaji yang kita makan menjadi halal dengan cara apa? Bekerja. Bekerja dengan apa? Ya dengan baik dan dengan benar," pungkas Rohimah.

(aud/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT