Jenderal Andika Minta Komandan TNI Pengamanan Kanjuruhan Juga Diperiksa

ADVERTISEMENT

Jenderal Andika Minta Komandan TNI Pengamanan Kanjuruhan Juga Diperiksa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 12:56 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)
Jakarta -

Empat dari lima prajurit TNI yang diperiksa mengakui melakukan kekerasan dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa meminta pemeriksaan kasus ini terus dilanjutkan. Para komandan yang bertanggung jawab dalam tugas pengamanan saat itu juga harus diperiksa.

"Saya tanya Pangdam, yang mimpin (BKO di Kanjuruhan) siapa? Ternyata komandan kompi. Danyon-nya ada di situ, tapi yang mimpin BKO ini Dankompi. Nah itu juga terus, jangan berhenti di 5 ini," kata Andika seperti dilihat di kanal YouTubenya, Senin (28/11/2022).

Dia meminta Tragedi Kanjuhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 itu diusut tuntas. Dia meminta juga diusut soal rantai komando terkait pelibatan TNI dalam bawah kendali operasi (BKO) pengamanan di Stadion Kanjuruhan.

"Jadi mulai juga ditelusuri ke atasnya. Termasuk dandim yang memberikan BKO siapa? Dandim-kah atau Danrem? Sehingga kita terus ini, jangan hanya berhenti di situ," kata dia.

"Terus apa yang dilakukan Dandim? Apakah melakukan briefing, penjelasan tentang apa tugas pokok dan seterusnya," tambahnya.

Dalam rapat tersebut, turut hadir Danpuspomad Letjen TNI Chandra W Sukotjo. Letjen Chandra menyampaikan pemeriksaan sudah dilakukan kepada anggota Denpom Malang hingga personel Yonzipur 5/ABW Kodam V Brawijaya.

Total ada 18 orang yang sudah diperiksa. Dia mengatakan ada 4 orang yang sudah mengaku melakukan kekerasan dalam insiden tersebut.

Andika meminta Chandra terus mendalami kasus tersebut. Dia menyoroti soal 'tendangan kungfu' yang dilakukan salah satu prajurit ke suporter yang dianggapnya sangat berbahaya.

"Terus (usut). Pengakuan sih sudah ada 4. Lanjut terus. karena ini jadi perhatian benar ini. Dan di situ juga jelas, karena apa? Karena si korban ini lagi nggak ngapa-ngapain, berhadapan aja nggak. Menindak dari belakang ini fatal loh," ujar Andika.

Dia meminta terus diberikan informasi terbaru terkait penanganan dugaan pelanggaran tersebut.

"Satu hal yang harus dilaporkan setiap hari ke saya, saya ingin mendapatkan perkembangan," kata dia.

Simak video 'Surpres Usulan Nama Panglima TNI akan Diserahkan Istana ke DPR 28 November':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT