4 Prajurit TNI Akui Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

4 Prajurit TNI Akui Lakukan Kekerasan di Tragedi Kanjuruhan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 12:17 WIB
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa (YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa)
Jakarta -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mendapatkan laporan terbaru terkait penanganan prajurit diduga melakukan kekerasan di Stadion Kanjuruhan pada awal Oktober lalu. Laporan itu disampaikan Danpuspomad Letjen TNI Chandra W Sukotjo.

"Yang mengakui ada berapa?" tanya Jenderal Andika ke Letjen Chandra seperti dilihat di kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa seperti dilihat, Senin (28/11/2022).

"Empat," jawab Chandra. Chandra mengatakan satu prajurit yang diduga melakukan kekerasan belum mengaku saat diperiksa.

Dia mengatakan kelima orang yang diduga terlibat kekerasan itu masih berstatus sebagai terperiksa.

Andika meminta Chandra terus mendalami kasus tersebut. Dia menyoroti soal 'tendangan kungfu' yang dilakukan salah satu prajurit ke suporter yang dianggapnya sangat berbahaya.

"Terus (usut). Pengakuan sih sudah ada 4. Lanjut terus. karena ini jadi perhatian benar ini. Dan di situ juga jelas, karena apa? Karena si korban ini lagi nggak ngapa-ngapain, berhadapan aja nggak. Menindak dari belakang ini fatal loh," ujar Andika.

Chandra mengatakan pihaknya mengidentifikasi pelaku kekerasan melalui video-video saat terjadinya kericuhan pada 1 Oktober lalu itu. Dia mengatakan telah memeriksa 13 anggota Denpom Malang yang saat itu melakukan pengamanan pertandingan.

Selain itu, Puspomad memeriksa 5 personel Yonzipur 5/ABW Kodam V Brawijaya. Chandra mengatakan 5 orang diduga melakukan kekerasan berdasarkan hasil identifikasi video yang dilakukan para komandan.

"Dari interogasi yang dilakukan, satu terperiksa Serda TBW mengakui telah melakukan tendangan," ucap Chandra.

Andika kemudian memberikan arahan untuk melakukan pemeriksaan terhadap komandan yang memimpin prajurit TNI yang di-BKO-kan pada kegiatan pengamanan di Stadion Kanjuruhan. Dia meminta terus diberi informasi terbaru terkait penanganan dugaan pelanggaran tersebut.

"Saya ingin malam ini terus. Besok pagi saya ingin dilapori terus perkembangannya," kata dia.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT