ADVERTISEMENT

Pihak Terdakwa Kasus Sambo Debat Sengit dengan Saksi soal Kardus CCTV Kosong

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 12:56 WIB
Jakarta -

Perdebatan terjadi di sidang kasus perusakan CCTV hingga menghambat penyidikan pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat. Saksi yang dihadirkan berdebat sengit dengan pengacara terdakwa soal kardus kosong.

Terdakwa dalam sidang kali ini ialah AKBP Arif Rachman Arifin. Sementara itu, saksi yang dihadirkan ialah Kompol Aditya Cahya Sumonang, yang merupakan pelapor sekaligus anggota tim khusus untuk mengusut dugaan perusakan CCTV, yang juga menjerat mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Pengacara Arif, Junaedi Saibih, mulanya bertanya apa yang dilaporkan Aditya dalam kasus ini. Aditya mengatakan melaporkan dugaan adanya informasi yang dihilangkan terkait pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022. Aditya menyebut hasil pemeriksaan dari Puslabfor menyatakan tidak ada rekaman dalam DVR CCTV di Kompleks Polri Duren Tiga, yang merupakan lokasi rumah dinas Ferdy Sambo.

"Tadi Saudara menyampaikan bahwa Saudara melaporkan peristiwa ini menghilangkan informasi terkait kematian Yosua, betul?" tanya Junaedi dalam persidangan di PN Jaksel, Jumat (25/11/2022).

"Iya," jawab Aditya.

"Ketika ditanya bagaimana hilangnya, Saudara tidak tahu? Apa maksud Saudara menghilangkan?" tanya Junaedi.

"Untuk proses hilangnya, kami tidak tahu bagaimana. Tapi hasil pemeriksaan dari Puslabfor menyatakan sudah tidak ada rekaman DVR itu," jawab Aditya.

Junaedi lalu bertanya barang bukti apa yang dibawa Aditya saat melaporkan kasus ini. Aditya menyebut pihaknya membawa barang bukti kardus kosong DVR CCTV di pos satpam Kompleks Polri Duren Tiga.

"Pada saat Saudara membuat laporan, barang bukti apa yang Saudara bawa?" tanya Junaedi.

"Buktinya dus kosong itu," jawab Aditya.

Perdebatan kemudian terjadi. Junaedi mencecar Aditya soal tidak adanya barang bukti hasil laporan pemeriksaan dari Puslabfor terkait DVR CCTV.

"Dengan dus kosong itu aja? Tadi Saudara bilang bahwa Saudara punya laporan hilang itu dari Puslabfor, lalu Saudara buat laporan tidak menyertakan laporan Puslabfor di dalam laporan, bagaimana laporan itu?" tanya Junaedi.

"Kan sudah dalam proses, Yang Mulia. Tadi saya sampaikan tanggal 14 (Juli) sudah di Puslabfor. Ketika saya mendapat informasi secara lisan, kami sudah berkeyakinan bahwa Puslabfor tidak bisa, bahasa teknisnya, me-recovery lagi CCTV," kata Aditya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT