ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Bolehkah Saya Kenakan Bunga ke Konsumen yang Telat Bayar Cicilan?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Nov 2022 08:23 WIB
KPR
Infografis (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Dalam memasarkan rumah, developer banyak membuat berbagai variasi pembayaran. Dari cash, kredit, cash bertahap, hingga promo potongan. Tapi apakah boleh developer mengenakan bunga ke konsumen bila telat bayar?

Berikut pertanyaannya:

Selamat Pagi

Kami adalah perusahaan developer. Kami mencantumkan dalam perjanjian jual beli rumah dengan customer bahwa bila customer terlambat membayar akan dikenakan bunga sebesar 5%.

Pertanyaan saya apakah itu sudah tepat secara hukum?

Kevin, Surabaya

Pembaca detikcom juga bisa mengajukan pertanyaan serupa dan dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com

Untuk menjawab pertanyaan pembaca detik's Advocate di atas, kami meminta pendapat advokat Boris Tampubolon, S.H. Berikut penjelasan lengkapnya:

Secara hukum, dalam perjanjian jual beli tidak tepat bila mencantumkan bunga untuk keterlambatan pembayaran. Sebab, jual beli tidak mengenal bunga, sehingga tidak bisa dituntut di kemudian hari.

Dasar hukumnya Putusan Mahkamah Agung No. 1061 K/Sip/1975, yang kaidah hukumnya menyatakan:

"Dalam jual beli tidak ada persoalan bunga, maka tuntutan Penggugat mengenai bunga 6 % sebulan karena keterlambatan pembayaran oleh Tergugat sebagai pembeli tidak dapat dikabulkan."

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas, secara hukum, dalam perjanjian jual beli tidak tepat bila mencantumkan bunga untuk keterlambatan pembayaran. Sebab, jual beli tidak mengenal bunga, sehingga tidak bisa dituntut di kemudian hari.

Dalam perjanjian jual beli tidak tepat bila mencantumkan bunga untuk keterlambatan pembayaran. Sebab dalam jual beli tidak mengenal bunga sehingga tidak bisa dituntut di kemudian hari.Boris Tampubolon SH, Advokat

Baiknya Anda mencantumkan klausul "denda keterlambatan" dalam perjanjian jual beli, bukan bunga. Jadi misalnya pembeli akan dikenai denda sebesar (Rp ..............) setiap hari atau bulan bila terlambat melakukan pembayaran rumah.

Terima kasih

Kantor Hukum Dalimunthe and Tampubolon Lawyers (DNT Lawyers) mengadakan launching buku Boris Tampubolon

Boris Tampubolon, S.H
Advokat, dan Founder Dalimunthe & Tampubolon Lawyers (DNT Lawyers)

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum internasional, hukum waris, hukum pajak, perlindungan konsumen dan lain-lain.

detik's advocate

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke e-mail: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

(asp/asp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT