ADVERTISEMENT

Begal Ngaku-ngaku Polisi Sudah 60 Kali Aksi, Bawa Airsoft Gun buat Menakuti

Devi Puspitasari - detikNews
Kamis, 24 Nov 2022 14:36 WIB
Polisi menangkap dua orang pelakubegal sepeda motor di Cipayung, Jaktim. Aksi pelaku sempat terekam CCTV dan videonya viral di media sosial (medsos). (Devi P/detikcom)
Polisi menangkap duabegal sepeda motor di Cipayung, Jaktim. Aksi pelaku terekam CCTV dan videonya viral di media sosial (medsos). (Devi P/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap dua begal sepeda motor di Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim). Kedua pelaku menjalankan modusnya dengan mengaku sebagai polisi.

"Motifnya yang bersangkutan mengaku sebagai anggota polisi," kata Kapolres Metro Jaktim Kombes Budi Sartono di kantornya, Kamis (24/11/2022).

Video perampasan motor yang dilakukan pelaku sempat viral di media sosial (medsos). Keduanya terekam kamera CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Setu, Kelurahan Setu, Cipayung, Jaktim.

Saat itu, tersangka mendatangi korban yang berhenti di depan rumah. Dalam video terlihat salah satu pelaku mengacungkan benda seperti senjata tajam ke arah dua korban.

Pelaku lalu membawa sepeda motor saat korban berjalan mundur karena diancam. Polisi menyebut pelaku menjalankan modus dengan menuduh korban sebagai pelaku pengeroyokan.

"Tersangka tersebut menodongkan, mengaku senjata, mengaku anggota polisi, dan menuduh si korban ini pelaku pengeroyokan, sehingga mau diamankan ke kantor, motornya diambil dulu," kata dia.

Polisi menangkap dua orang pelakubegal sepeda motor di Cipayung, Jaktim. Aksi pelaku sempat terekam CCTV dan videonya viral di media sosial (medsos). (Instagram @polresmetrojaktim)Pelaku merampas motor di Setu, Cipayung, dan aksinya terekam CCTV hingga videonya viral di medsos (Instagram @polresmetrojaktim)

Namun, saat korban mengecek ke kantor polisi yang disebutkan pelaku, diketahui tak ada polisi yang menyita sepeda motor. Pelaku sudah sekitar 2 bulan menjalankan modus tersebut di sejumlah lokasi di Jakarta hingga Depok.

"Selama hampir 2 bulan di Jaktim, Jaksel, Jakarta Pusat, Depok, dan lainnya, menurut pengakuan tersangka, ada 60 kejadian," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT