Bareskrim soal Kasus Foto Iriana Diolok-olok: Harus Ada Pelapor

ADVERTISEMENT

Bareskrim soal Kasus Foto Iriana Diolok-olok: Harus Ada Pelapor

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 12:13 WIB
Jakarta -

Bareskrim Polri menyatakan belum ada laporan terkait foto Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) dengan Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee diolok-olok. Polisi menyebut harus ada pelapor yang merasa dirugikan agar kasus ini bisa masuk penyelidikan.

"(Kasus foto) Iriana itu kan artinya (Pasal) 27 ayat 3 (UU ITE) ya. Jadi memang harus ada pelapornya," kata Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).

Reinhard mengatakan hal ini telah diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait UU ITE. Dia mengatakan penyelidikan bakal dilakukan jika ada pihak yang dirugikan dan melapor ke polisi.

"Pelapornya gini, kalau dalam SKB 3 Menteri itu jadi harus ada pelapor langsung yang merasa dirugikan. Sampai sekarang belum ada kan," ujarnya.

Reinhard menyebut pihaknya akan mengajukannya ke Kominfo untuk memblokir akun Twitter milik terduga menyebarkan foto tersebut, @KoprofilJati.

"Untuk itunya mungkin kita ajukan untuk diblokir ke Kominfo," katanya.

"Iya, memang sampai sekarang kita belum terima laporan," tambahnya.

Sebelumnya, Dittipidsiber Bareskrim Polri menyelidiki dugaan tindak pidana pada unggahan viral netizen soal meme Ibu Negara Iriana bersama Ibu Negara Korea Selatan Kim Keon Hee. Polisi telah mengantongi identitas pengunggah tersebut.

"Identitas terduga pelaku sudah kita dapatkan," kata Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar saat dikonfirmasi, Sabtu (19/11).

Adi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Dia menduga unggahan tersebut mengandung unsur pidana.

"Masih dalam proses penyelidikan. Setiap kejadian yang diduga ada unsur tindak pidana pasti kepolisian akan melakukan penyelidikan," katanya.

(azh/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT