Apakah Radio Online yang Putar Lagu Juga Harus Bayar Royalti?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Apakah Radio Online yang Putar Lagu Juga Harus Bayar Royalti?

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 18 Nov 2022 09:22 WIB
Hari Radio sedunia setiap tahunnya diperingati pada minggu ketiga bulan Februari. Tahun ini, peringatannya jatuh pada Minggu 13 Februari 2022.
Ilustrasi (Yudha Maulana/detikcom)
Jakarta -

Platform media kini banyak muncul seiring kemudahan internet. Salah satunya radio yang khusus berbasis internet/radio online. Lalu apakah radio online yang memutar lagu juga harus membayar royalti?

Hal ini menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate. Yaitu:

Halo detik's Advocate
Saya mau bikin radio berbasis internet/radio online. Selain talkshow juga akan memutar lagu-lagu populer.

Apakah kami harus bayar royalti?

Terima kasih

Pembaca juga bisa menanyakan permasalahan anda dengan mengirim ke email:redaksi@detik.com dan di-cc keandi.saputra@detik.com

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaannya

Permasalahan Anda diatur dalam UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pasal 1 angka 1 menyebutkan:

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam Penjelasan Pasal 4 UU Hak Cipta menyebutkan:

Hak ekslusif adalah hak yang semata-mata diperuntukan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memfaatkan hak tersebut tanpa seizin pemegangnya.

Hak ekslusif terdiri dari hak moral dan hak ekonomi. Berdasarkan Pasal 8 UU Hak Cipta jo Pasal 9 UU Hak Cipta:

Hak ekonomi merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan. Di antaranya:
a. penerbitan Ciptaan;
b. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;
c. penerjemahan Ciptaan;
d. pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan;
e. Pendistribusian Ciptaan atau salinannya;
f. pertunjukan Ciptaan;
g. Pengumuman Ciptaan;
h. Komunikasi Ciptaan; dan
i. penyewaan Ciptaan.

Apabila ingin menikmati hak ekonomi atas suatu ciptaan orang lain agar tidak melanggar hak cipta, maka perlu memperoleh izin (lisensi) dari pencipta/pemegang hak cipta.

Menurut Pasal 1 angka 20 UU 28 Tahun 2014, lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemilik Hak Terkait kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas Ciptaannya atau produk Hak Terkait dengan syarat tertentu.

Prosedur untuk mendapatkan lisensi tersebut dapat dilihat dari Pasal 80 UU Hak Cipta, antara lain:

1. Kecuali diperjanjikan lain, pemegang Hak Cipta atau pemilik Hak Terkait berhak memberikan Lisensi kepada pihak lain berdasarkan perjanjian tertulis untuk melaksanakan perbuatan sebagaimana dimaksud (salah satunya) dalam: Pasal 9 ayat (1) UU Hak Cipta yang berupa: penerbitan Ciptaan; Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya; penerjemahan Ciptaan; pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan; Pendistribusian Ciptaan atau salinannya; pertunjukan Ciptaan; Pengumuman Ciptaan; Komunikasi Ciptaan; dan penyewaan Ciptaan.

2. Perjanjian Lisensi berlaku selama jangka waktu tertentu dan tidak melebihi masa berlaku Hak Cipta dan Hak Terkait.

3. Kecuali diperjanjikan lain, pelaksanaan perbuatan sebagaimana dimaksud pada angka 1 disertai kewajiban penerima Lisensi untuk memberikan Royalti kepada Pemegang Hak Cipta atau pemilik Hak Terkait selama jangka waktu Lisensi.

4. Penentuan besaran Royalti dan tata cara pemberian Royalti dilakukan berdasarkan perjanjian Lisensi antara Pemegang Hak Cipta atau pemilik Hak Terkait dan penerima Lisensi.

5. Besaran Royalti dalam perjanjian Lisensi harus ditetapkan berdasarkan kelaziman praktik yang berlaku dan memenuhi unsur keadilan.

KESIMPULAN:

1. Menyiarkan atau memutar lagu milik seseorang pada radio online (misal memiliki radio online) tanpa izin dari penciptanya dimana radio online tersebut mendapatkan keuntungan ekonomi dengan siaran lagu tersebut termasuk pada pelanggaran hak cipta.

2. Untuk terlepas dari pidana, maka harus meminta lisensi. Imbal baliknya yaitu Anda memberikan royalti atas penggunaan lagu dan jika ada perjanjian lisensi maka harus dicatatkan.

Demikian semoga penjelasan kami

Tim Pengasuh detik's Advocate

Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum internasional, hukum waris, hukum pajak, perlindungan konsumen dan lain-lain.

detik's advocate

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

(asp/asp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT