CT ARSA Gandeng AirNav demi Pendidikan dan Kesehatan Merata ke Pelosok

ADVERTISEMENT

CT ARSA Gandeng AirNav demi Pendidikan dan Kesehatan Merata ke Pelosok

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 08 Nov 2022 13:45 WIB
CT ARSA Foundation hadir dengan misi memutus mata rantai kemiskinan
Founder CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung (Tiara/detikcom)
Jakarta -

Dua program unggulan CT ARSA Foundation yaitu PIJAR (Pergi Mengajar) dan PESAT (Peduli Sehat) kian menjelajah hingga pelosok negeri. Namun CT ARSA Foundation tentu tidak bisa bergerak sendiri tanpa berkolaborasi.

"Saya katakan bahwa kita tidak bisa--CT ARSA Foundation--sendirian. Kita harus berkolaborasi dengan banyak pihak. Kita harus memutus mata rantai kemiskinan sampai ke pelosok daerah dengan pendidikan yang berkualitas," ucap Founder CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, di lobi Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Hal itu disampaikan Anita usai penandatanganan nota kesepahaman bersama antara CT Foundation dengan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (PERUM LPPNPI) atau AirNav Indonesia serta Bank Mega Tbk. Nota kesepahaman itu dalam rangka dukungan program Pijar dan Pesat 2023.

Hadir langsung dalam acara yaitu Direktur Utama AirNav Indonesia Polana B Pramesti dan Dirut Bank Mega Tbk Kostaman Thayib. Untuk PIJAR dan PESAT, Anita mengatakan bila penilaian awal dilakukan lebih dulu terhadap sejumlah daerah sebelum relawan PIJAR dan PESAT ditempatkan.

"Kita sama-sama berkolaborasi dengan AirNav dan Bank Mega untuk kita bersatu padu memberikan pendidikan terutama di daerah remote. Tidak itu saja, kita memperbaiki lingkungan di daerah tersebut," kata Anita.

Anita mencontohkan progres baik program PIJAR yang berjalan selama setahun belakangan, misalnya di Reda Meter, Sumba Barat Daya, NTT. Dia menyebut warga di wilayah tersebut sempat kesulitan mengakses air bersih, bahkan untuk mandi sekalipun.

"Dengan program-program ini kita focusing juga tidak hanya dengan pendidikan, tetapi juga kebutuhan esensial mereka. Misalnya, pengadaan dari air bersih dan juga makanan bergizi, penanaman pohon kembali dan itu merupakan satu kesatuan yang kita ajarkan mereka sehingga daerah tersebut menjadi lebih baik dan bisa setidaknya tidak jauh gapnya antara pedesaan maupun daerah remote area dan perkotaan," jelasnya.

Sementara Dirut AirNav Indonesia Polana B Pramesti menyampaikan kerja sama ini merupakan bentuk menjalankan tanggung jawab sosial serta lingkungan bagi bangsa Indonesia. Polana turut memuji upaya CT ARSA Foundation yang berkontribusi mengurangi angka kemiskinan di RI.

"Bersama CT ARSA Foundation ini saya sudah mendapatkan gambaran bahwa luar biasa kontribusinya bagi upaya untuk mengurangi kemiskinan terutama, dan itu sejalan dengan visi dari BUMN dalam hal ini AirNav Indonesia dan untuk itulah kami bekerja sama dengan CT Arsa Foundation," ucap Polana.

"Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berlangsung karena kebetulan AirNav Indonesia itu cakupannya sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote di seluruh Indonesia sampai dengan pelosok-pelosok," imbuhnya.

Lepas 12 Relawan PIJAR ke Pelosok Negeri

CT ARSA Foundation hari ini melepas 12 relawan program Pergi Mengajar (PIJAR) dan PESAT (Peduli Sehat) ke berbagai wilayah Indonesia. Belasan relawan itu akan ditempatkan di Reda Meter, Lelogama, dan Nunuanah, Lembata dan Adonara di Nusa Tenggara Timur. Daerah lainnya, Grobogan, Jawa Tengah, Pasaman, Sumatera Barat serta Muara Gembong dan Ciroyom, Jawa Barat.

Nantinya, para relawan akan tinggal selama satu tahun di lokasi dengan tujuan besar meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan di wilayah penempatan relawan.

Para relawan yang terpilih melalui proses seleksi cukup panjang serta bersaing dengan ratusan pendaftar. Mereka mesti lolos tahapan tes wawancara hingga psikotes. Para relawan terpilih telah menjalani pelatihan online maupun offline, mulai dari pelatihan kepemimpinan, komunikasi, mengajar, basic first aid hingga pelatihan survival.

Relawan yang lolos seleksi selanjutnya, melakukan prosesi penyematan dan pelepasan secara simbolis pada Selasa (8/11/2022) di Lobby Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean Kav 12-14A Jakarta Selatan.

Penyematan dilakukan secara langsung oleh Ketua Yayasan CT ARSA Foundation, Anita Ratnasari Tanjung. Acara ini dihadiri oleh pengurus CT ARSA Foundation beserta jajaran pimpinan CT Corpora, dan segenap pihak sponsorship yang selama ini mendukung kegiatan CT ARSA Foundation.

Tahun ini, pengiriman relawan PIJAR merupakan yang kedua kalinya, sedangkan pengiriman relawan PESAT merupakan program perdana, melihat fakta masih minimnya kesadaran akan kesehatan di berbagai daerah.

Tekad Kuat Relawan PIJAR dan PESAT

Salah satu relawan PIJAR terpilih bernama Agung akan ditempatkan di Reda Meter, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Agung mengaku menjadi relawan tenaga pengajar di wilayah pelosok merupakan cita-cita yang dimimpikan sejak duduk di bangku perkuliahan semester 1.

"Karena sudah dari semester 1 waktu kuliah ingin sekali mengajar di pelosok, alhamdulillah lulus tahun ketiga baru lolos di sini," ucap Agung saat ditemui di Lobi Gedung Bank Mega.

Agung memiliki tekad kuat menjadi pribadi yang bermanfaat, khususnya bagi orang-orang di sekitarnya. Karena itu, saat mejalankan Program PIJAR, dirinya memiliki metode tersendiri dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada anak-anak.

"Karena saya bisanya dengan dongeng, pantonim dan matematika maka saya gunakan hal tersebut untuk anak-anak. Karena saya ingin berdampak lebih bagi orang-orang sekitar," jelasnya.

Selain PIJAR, ada pula relawan dari PESAT yang akan diterjunkan ke daerah pelosok. Salah satunya yakni Sarah. Wanita berusia 23 tahun itu akan ditempatkan di Muara Gembong, Bekasi.

"Lokasi penempatan kebetulan saya dapat di Bekasi, tepatnya Muara Gembong," ucap Sarah.

Sarah berujar, nantinya dirinya akan mengajarkan mengenai edukasi sex kepada warga sekitar. Menurutnya, materi itulah yang saat ini dibutuhkan oleh warga Muara Gembong. Nantinya, materi akan disampaikan melalui metode pembelajaran interaktif.

"Kalau rencana ke depannya lebih ke sex education ya, karena di sana urgency nya sex education," terangnya.

"Mungkin ada trick sendiri untuk membaur. Mungkin dari pendekatan, untuk menedekati mereka kayak butuh bermain bersama mereka, terus mengajak mereka untuk sama-sama ikut dengan kita, kayak ngasih permainan gitu-gitu," tambah dia.

(taa/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT