Terdakwa Ungkap Aliran Korupsi SMKN 7 Tangsel, Sebut Nama Adik Gubernur

ADVERTISEMENT

Terdakwa Ungkap Aliran Korupsi SMKN 7 Tangsel, Sebut Nama Adik Gubernur

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 07 Nov 2022 20:43 WIB
Sidang kasus korupsi lahan SMKN 7 Tangsel (Bahtiar-detikcom)
Sidang kasus korupsi lahan SMKN 7 Tangsel. (Bahtiar/detikcom)
Serang -

Salah satu terdakwa di korupsi pengadaan lahan SMKN 7 Tangsel, Agus Kartono, mengakui membagi-bagikan uang setelah ada pencairan dari Pemprov Banten. Uang termasuk dibagikan ke terdakwa lain, yaitu Farid Nurdiansyah.

Terdakwa Agus mengaku menerima pencairan dana pengadaan lahan SMKN 7 Tangsel total sebanyak Rp 17,8 miliar dari Pemprov Banten. Uang Rp 9,5 miliar untuk dia dan pemilik lahan Sofia M Sujudi.

Dia mengatakan uang selebihnya dibagikan ke beberapa orang berdasarkan daftar nama penerima fee uang hasil pengadaan lahan. Daftar nama itu diserahkan oleh notaris Suningsih kepadanya.

"Setelah ditransfer, saya lapor ke Bu Suningsih, ketemu di (menyebut nama bank) Taman Anggrek, ada draf dari Ibu Suningsih, ada nama Farid, Bu Ningsih, Bambang," kata terdakwa Agus di Pengadilan Tipikor Serang, Senin (7/11/2022).

Pemilik lahan yaitu Sofia menerima Rp 4 miliar, Bambang Rp 216 juta, Suningsih Rp 1,6 miliar, terdakwa Farid 1,4 miliar, istri dari lurah Rengas Agus Salim Rp 500 juta lebih.

Agus mengatakan notaris Suningsih bertugas sebagai perantara dalam pengadaan lahan ini. Ke notaris juga ia mengatakan menjual tanah ini dengan harga Rp 2,3 juta per meter persegi untuk dibeli Pemprov Banten meskipun tanah itu belum sepenuhnya jadi milik terdakwa.

"Jadi saya dasarnya PPJB, karena saya pernah beli dari Sofia pernah bayar, (belum lunas) sekitar 50 persen," ujarnya.

Terdakwa juga menjelaskan saat uang ditransfer, mereka sama-sama ke sebuah bank di mal Taman Anggrek dengan penerima uang. Begitu menerima daftar nama yang akan mendapatkan uang, ia mengaku hanya patuh saja dan membagikan uang pengadaan.

"Ada di catatan Ibu Ningsih, saya nurut aja," katanya.

Selain itu, setelah pencairan, ia membenarkan dihubungi oleh terdakwa Ardius. Ia juga mengakui diminta untuk bantu-bantu terdakwa terkait biaya kuliah S3 Ardius.

"Di BAP Bapak, 'siang Pak Agus, barangkali bisa bantu terkait S3 saya, ini terakhir?'," tanya jaksa mengenai komunikasi terakhir terdakwa Ardius dengan terdakwa.

"Iya," jawab terdakwa.

Simak dugaan aliran dana korupsi penjualan lahan SMKN 7 Tangsel di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT