Komnas HAM: Ketum PSSI Punya Wewenang Batalkan Laga Kanjuruhan

ADVERTISEMENT

Komnas HAM: Ketum PSSI Punya Wewenang Batalkan Laga Kanjuruhan

Adrial Akbar - detikNews
Rabu, 02 Nov 2022 16:38 WIB
Konferensi pers di Komnas hAM (Adrial-detikcom)
Konferensi pers di Komnas hAM (Adrial/detikcom)
Jakarta -

Komnas HAM menjelaskan temuan dan rekomendasi dari hasil penyelidikan terkait Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Salah satunya, Komnas HAM menyatakan Ketum PSSI sebenarnya bisa membatalkan laga Arema FC vs Persebaya itu.

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam awalnya menyebut pihak penyelenggara dan broadcaster tidak mengutamakan keselamatan orang dalam pertandingan yang digelar 1 Oktober 2022 malam itu. Anam menyebut pihak PT LIB hingga broadcaster mengutamakan aspek komersial.

"Lebih jauh dalam spektrum yang luas dalam keselamatan dan keamanan, unsur-unsur penting dalam pertandingan Arema vs Persebaya pada 1 Oktober 2022 mengabaikan keselamatan dan keamanan atau setidak-tidaknya tidak menjadikan keselamatan dan keamanan sebagai salah stu pilar utama dalam penyelenggaraan pertandingan tersebut yang dalam realitas faktualnya merupakan pertandingan dengan kategori high risk (risiko tinggi)," kata Anam dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Anam kemudian menyebut Ketum PSSI Moch Iriawan atau Iwan Bule dan Sekjen PSSI Yunus Nusi punya kewenangan terkait laga berisiko tinggi. Tapi, katanya, kedua orang itu tidak mengambil langkah konkret sesuai regulasi untuk menjamin keselamatan dan keamanan laga berisiko tinggi.

"Ketua Umum dan Sekjen PSSI antara lain tidak mengambil langkah konkret sesuai dengan regulasi atas pertandingan high risk tersebut untuk memastikan keselamatan dan keamanan. Kewenangan yang dimiliki tidak digunakan untuk menjamin keamanan dan keselamatan padahal mengetahui proses dinamika status keamanan menuju pertandingan tersebut," ujarnya.

Anam mengatakan Ketum dan Sekjen PSSI punya kewenangan menentukan sebuah laga berisiko tinggi atau tidak. Dia juga menyebut Ketum dan Sekjen PSSI bisa membatalkan pertandingan.

"Ketua Umum dan Sekjen PSSI sebenarnya memiliki kewenangan untuk menentukan ini high risk atau tidak dan mengambil tindakan, termasuk membatalkan pertandingan. Tapi itu tidak diambil walau dia punya kewenangan dan informasi. Kenapa kami bisa pastikan punya informasi, secara formal, surat Kapolres cc-nya ke Ketua Umum PSSI," ujarnya.

(haf/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT