9 Tahun Baru Ditagih Tunggakan Kartu Kredit, Apakah Ini Penipuan?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

9 Tahun Baru Ditagih Tunggakan Kartu Kredit, Apakah Ini Penipuan?

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 21 Okt 2022 07:51 WIB
Pembayaran non tunai dengan kartu VISA MasterCard
Foto ilustrasi kartu kredit: (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kemudahan komunikasi membuat penagihan kartu kredit lebih fleksibel, bisa menggunakan semua medium komunikasi. Tapi bagaimana bila ada yang telepon menagih utang 9 tahun lalu lewat telepon?

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com Berikut pertanyaan lengkapnya:

Assalalamu'alaikum
Pak Andi Saputra,
Saya mendapat email bapak dari google terkait informasi edukasi kartu kredit.

Sore ini saya mendapat telepon dari seseorang perempuan katanya saya punya tunggakan utang kartu kredit dari tahun 2013. Perempuan penelepon itu tidak detail menjelaskan perusahaan banknya dan detail rincinya tapi fokus ke utang yang katanya nilainya besar sejak 2013

Saya bingung, sejarah kartu kredit itu saya tidak mengerti, besarnya berapa?

Herannya saya, kok baru sekarang ditagih setelah 9 tahun. Status saya saat ini, sudah 3 tahun tidak bekerja. Secara ekonomi tidak ada pemasukan fokus urus ibu yang sakit kanker dan adik yang OGDJ. Semua dicover gratis BPJS.

Melalui surat ini, saya mohon bantuan pencerahan dari Bapak terkait akan hal ini

Terima kasih

Salam Hormat,
Rani

Untuk menjawab masalah di atas, tim detik's Advocate meminta pendapat hukum dari Achmad Zulfikar Fauzi SH. Berikut jawaban lengkapnya:

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Terimakasih ibu Rani atas pertanyaan yang di ajukan melalui Redaktur Detik.

Pertama saya mengucapkan sebaiknya saudara penanya agar lebih berhati-hati . Dan kami menyarankan agar saudara tidak memberikan data pribadi melalui telepon, mereka akan menelepon nasabah dan berpura-pura menjadi petugas bank penerbit kartu kredit.

Selanjutnya, mereka akan meminta data atau identitas korban termasuk nomor kartu kredit, PIN dan data lainnya. Dan hal tersebut cenderung merupakan penipuan.

Dalam hal penagihan kartu kredit sendiri seperti pertanyaan saudara Diatur dalam Surat Edaran Bank Indonesia No 14/17/DASP perihal Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu yang berbunyi sebagai berikut :

Dalam melakukan penagihan Kartu Kredit baik menggunakan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan, Penerbit Kartu Kredit wajib memastikan bahwa:

Tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku;

Identitas setiap tenaga penagihan diusahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit;
Tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mematuhi pokok-pokok etika penagihan sebagai berikut:

Menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;

Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;

Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;

Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;

Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;

Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit; dan

Penagihan di luar tempat dan/atau waktu sebagaimana dimaksud pada huruf f) dan huruf g) hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.

Penerbit Kartu Kredit juga harus memastikan bahwa pihak lain yang menyediakan jasa penagihan yang bekerjasama dengan Penerbit Kartu Kredit juga mematuhi etika penagihan yang ditetapkan oleh asosiasi penyelenggara APMK.

Sehingga dalam penagihan haruslah dilakukan menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan penerbit kartu kredit, menggunakan etika, tidak menggangu, dan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal. Jika saudara mengalami seperti dalam pertanyaan saudara ada perempuan penelepon itu tidak detail menjelaskan perusahaan banknya dan detail rincinya tapi fokus ke utang yang katanya nilainya besar sejak 2013.

Patutlah saudara curigai apa lagi kalau penanya merasa tidak pernah dan menggunakan kartu kredit maka dapat dipastikan adalah penipuan.

Demikian semoga bermanfaat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih

Salam

Achmad Zulfikar Fauzi, SH
Managing Partner di Achmad Yudho Putra (AYP) dan Rekan
Anggota Peradi DPC Jakarta Pusat


Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, hukum pajak, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Simak juga Video: Tengah Malam Dapat Spam Penawaran Kartu Kredit Dll, Bisakah Dipidanakan?

[Gambas:Video 20detik]




(asp/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT