Istriku Diam-diam Ternyata Pernah Menikah, Apakah Bisa Saya Pidanakan?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Istriku Diam-diam Ternyata Pernah Menikah, Apakah Bisa Saya Pidanakan?

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 13 Okt 2022 09:46 WIB
Ilustrasi Pernikahan
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bagi sebagian orang, kriteria bobot, bibit dan bebet masih dipakai dalam mencari pasangan hidup. Sebab ada saja kasus pasangan yang baru mengetahui pasangannya pernah menikah tapi disembunyikan.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate. Berikut pertanyaannya:

Hallooo detikcom

Saya ada masalah nih. Kami baru menikah selepas Lebaran 2022 ini.
Nah, dua minggu lalu, saya bongkar-bongkar gudang. Ternyata ada kardus yang dibawa istri. Di dalamnya saya menemukan buku nikah istri saya dengan lelaki lain.
Selama ini dia mengaku statusnya belum pernah menikah.

Hati saya hancur. Apa yang harus saya lakukan? Keluarga saya tidak terima. Apakah istri bisa dipidanakan?

Ahmad

Semarang

Pembaca detikcom juga bisa menanyakan hal serupa dan dikirim ke e-mail: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com

JAWABAN:

Terima kasih atas pertanyaannya. Kami menyampaikan simpati atas masalah yang Anda alami. Berikut jawaban kami.

Menurut Pasal 2 UU No Perkawinan, syarat sahnya perkawinan menurut negara adalah pencatatan perkawinan. Pencatatan perkawinan merupakan suatu keharusan, karena merupakan akta resmi yang dapat dipergunakan sebagai bukti autentik tentang adanya perkawinan.

Oleh karena itu, data dalam akta autentik itu, seperti status perkawinan, harus benar dan sejujur-jujurnya agar tidak terjadi salah sangka di kemudian hari yang berujung pada sengketa di pengadilan.

Ada dua langkah:

Pembatalan Perkawinan

Menurut Pasal 27 ayat 2 UU Perkawinan, Anda dapat mengajukan pembatalan perkawinan. Bunyi selengkapnya yaitu:

Seorang suami atau isteri dapat mengajukan permohonan pembatalan perkawinan apabila pada waktu berlangsungnya perkawinan terjadi salah sangka mengenai diri suami atau isteri.

Anda dapat meminta pembatalan perkawinan kepada pengadilan agama setempat. Akibat hukum dari pembatalan perkawinan yang telah diputuskan dan oleh pengadilan yaitu:

a. Akibat hukum terhadap kedudukan anak, yaitu status anak yang dilahirkan tetap mempunyai status hukum sebagai anak sah atau anak kandung mereka.
b. Akibat hukum terhadap harta perkawinan, yaitu harta bersama dalam pembatalan perkawinan ini tidak dikenal, karena harta bersama adalah harta yang diperoleh selama perkawinan, sedangkan dalam pembatalan perkawinan hal tersebut dianggap tidak pernah ada, sehingga dengan sendirinya semua kembali kepada pemilik asal atau sumber diperolehnya harta.
c. Akibat hukum terhadap pihak ketiga adalah tidak berlaku surut terhadapnya.

Sesuai dengan Pasal 89 ayat (1) UU Peradilan Agama, biaya perkara ini dibebankan kepada Penggugat.

Langkah Pidana

Dalam KUHP, perbuatan istri Anda bisa dikenai Pasal 263 KUHP tentang surat palsu/memalsukan surat adalah merupakan yang mengatur tentang pemalsuan identitas, walaupun tidak secara tegas dituliskan bentuk pemalsuannya adalah dalam hal identitas dalam perkawinan. Walaupun tidak secara tegas dituliskan bentuk pemalsuannya adalah dalam hal identitas dalam perkawinan. Akan tetapi peraturan yang berhubungan dengan perkawinan dan pemalsuan.

Pasal 227 ayat 2 menyatakan:

Barangsiapa dengan salah satu perbuatan dengan sengaja mengelapkan asal-usul seseorang diancam karena penggelapan asal usul dengan pidana penjara paling lama enam tahun.

Juga diatur dalam Pasal 279 KUHP:

(1)Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun:
1. barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinannya yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu;
2. barang siapa mengadakan perkawinan padahal mengetahui bahwa perkawinan atau perkawinan-perkawinan pihak lain menjadi penghalang untuk itu.
(2) Jika yang melakukan perbuatan berdasarkan ayat 1 butir 1 menyembunyikan kepada pihak lain bahwa perkawinan yang telah ada menjadi penghalang yang sah untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Demikian jawaban dari kami

Terima kasih

Tim pengasuh detik's Advocate

detik's advocate


Tentang detik's Advocate

detik's Advocate adalah rubrik di detikcom berupa tanya-jawab dan konsultasi hukum dari pembaca detikcom. Semua pertanyaan akan dijawab dan dikupas tuntas oleh para pakar di bidangnya.

Pembaca boleh bertanya semua hal tentang hukum, baik masalah pidana, perdata, keluarga, hubungan dengan kekasih, UU Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE), hukum merekam hubungan badan (UU Pornografi), hukum waris, perlindungan konsumen dan lain-lain.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Seluruh identitas penanya kami jamin akan dirahasiakan.

Pertanyaan dan masalah hukum/pertanyaan seputar hukum di atas, bisa dikirim ke kami ya di email: redaksi@detik.com dan di-cc ke-email: andi.saputra@detik.com

Semua jawaban di rubrik ini bersifat informatif belaka dan bukan bagian dari legal opinion yang bisa dijadikan alat bukti di pengadilan serta tidak bisa digugat.

Simak juga Video: Angka Perkawinan dan KDRT di DIY Meningkat Tajam Selama Pandemi

[Gambas:Video 20detik]




(asp/asp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT