Fadel Sebut 39 Anggota DPD Tarik Tanda Tangan Pencopotannya dari Waka MPR

ADVERTISEMENT

Fadel Sebut 39 Anggota DPD Tarik Tanda Tangan Pencopotannya dari Waka MPR

Nahda Utami - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 23:39 WIB
Fadel Muhammad
Fadel Muhammad (Foto: MPR)
Jakarta -

Senator Fadel Muhammad menyebut sebanyak 39 dari 97 anggota DPD RI telah menarik tanda tangan mosi tidak percaya terhadap dirinya sebagai Wakil Ketua MPR RI. Mosi tidak percaya itu sebelumnya sempat dibahas dalam sidang paripurna DPD RI beberapa waktu lalu.

"Menurut pakar hukum, satu saja dari penandatangan mosi tidak percaya itu menarik dukungan, sudah cukup untuk mengatakan bahwa mosi itu tidak sah. Apalagi, saat ini jumlahnya mencapai 39, dan tidak tertutup kemungkinan akan terus bertambah," kata Fadel kepada wartawan, Jumat (7/10/2022).

Fadel menyebut dua orang yang telah menarik tanda tangan mosi tidak percaya diantaranya adalah Wakil Ketua DPD Nono Sampono dan Sultan Bachtiar Najamudin. Dia melihat tidak menutup kemungkinan anggota lain juga akan melakukan hal yang sama.

Fadel mengatakan alasan pencopotan dirinya yang dianggap lalai memberikan laporan kinerja pimpinan MPR selama tiga tahun berturut-turut mengada-ada. Padahal menurutnya, keharusan menyampaikan laporan kinerja pimpinan MPR yang tertuang dalam Keputusan DPD Nomor 1 tahun 2022 Tentang Tata Tertib baru diputus Februari 2022 lalu.

"Ini tata tertibnya saja baru diputus pada bulan Februari 2022, sementara saya dibilang tidak membuat laporan selama tiga tahun. Apakah peraturan itu bisa berlaku surut, ini menandakan bahwa Ketua DPD tidak tahu duduk persoalannya," ujar Fadel.

Fadel menyebut Ketua DPD LaNyalla Mahmud Mattalitti tidak tahu duduk persoalannya. Dia menilai seharusnya DPD itu diperkuat ke bawah untuk memperjuangkan aspirasi daerah.

"Lagi-lagi ini bukti bahwa Ketua DPD tidak mengetahui persoalan. Semestinya DPD itu diperkuat ke bawah untuk memperjuangkan aspirasi daerah. Bukan ke atas agar dia bisa mengajukan diri sebagai calon presiden," jelasnya.

Fadel kemudian menepis terkait dirinya yang dikatakan tidak pernah hadir dalam rapat-rapat DPD. Fadel menyebut dirinya selalu hadir dalam rapat maupun acara DPD.

"Dia (LaNyalla) mengatakan bahwa saya tidak hadir di beberapa kali acara padahal Wakil Ketua MPR itu ada surat edaran dari Pimpinan MPR dari Sekjen MPR kepada semua, baik di DPR maupun di DPD kita tidak wajib apabila ada acara yang bersamaan, tetapi saya selalu hadir dan saya selalu mengutamakan hal tersebut," ucapnya.

LaNyalla Minta BK Berhentikan Fadel

Sebelumnya, Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Badan Kehormatan (BK) menjatuhkan sanksi pemberhentian sebagai anggota DPD RI kepada senator asal Gorontalo, Fadel Muhammad. LaNyalla menilai Fadel Muhammad telah melakukan pelanggaran kode etik.

Permintaan itu disampaikan LaNyalla saat menghadiri sidang Badan Kehormatan DPD RI di Ruang Mataram, Gedung B DPD RI, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/9/2022). Agenda sidang itu adalah mendengarkan pokok permasalahan yang diajukan oleh LaNyalla sebagai pengadu.

Simak selengkapnya di halaman berikut



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT