Waket MPR RI Ajak Masyarakat Dewasa Sikapi Kontestasi Politik 2024

ADVERTISEMENT

Waket MPR RI Ajak Masyarakat Dewasa Sikapi Kontestasi Politik 2024

Atta Kharisma - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 18:37 WIB
Fadel Muhammad
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad meminta masyarakat untuk bersikap dewasa dalam kontestasi politik di 2024 mendatang. Ia menegaskan masyarakat harus memberikan pilihan terbaiknya, dan bukannya bersikap golput dan antipati terhadap kontestasi politik.

Fadel mengatakan masyarakat harus bisa bersikap dewasa terhadap perbedaan pendapat jelang pesta demokrasi 2024. Terlebih dalam demokrasi, lanjutnya, perbedaan pendapat adalah sebuah keniscayaan yang harus dihadapi dengan hati dingin.

"Mari turut berpartisipasi dalam kontestasi politik secara damai, tidak ada ribut-ribut, agar kondisi ekonomi semakin membaik. Karena keributan, hanya akan menimbulkan kerugian kepada semua pihak," ujar Fadel dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Hal tersebut ia sampaikan pada Temu Tokoh Nasional dengan unsur kepemudaan keagamaan dan civitas akademika tahun 2022 di gedung pertemuan Yayasan Ilmu Ilomata, Desa Ulapato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Kamis (29/9).

Fadel menjelaskan saat ini MPR terus berkontribusi dalam perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya yakni dengan mengembalikan haluan negara yang sempat dicabut pasca gerakan reformasi.

"Ketiadaan haluan negara, membuat pembangunan tidak berjalan secara berkesinambungan. Setiap presiden memiliki visi misi pembangunannya sendiri, sesuai pidato yang disampaikan saat kampanye. Dan itu menyebabkan pembangunan yang dilakukan presiden sebelumnya terbengkalai. Karena itu MPR berusaha menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) seperti yang dulu dikenal sebagai GBHN," terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadel juga menampung aspirasi masyarakat setempat. Salah satunya adalah Soeharto yang menghendaki MPR teguh mempertahankan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebab, Pancasila terbukti mampu menjaga bangsa Indonesia dari berbagai ancaman perpecahan.

"MPR sepakat dengan Pak Soeharto, kami tidak ingin ada perubahan atas dasar dan konstitusi negara, karena semua itu sudah final. Meski begitu, keinginan dan aspirasi bapak akan saya bawa dan sampaikan kepada para pejabat di Jakarta," imbuhnya.

Sementara itu, anggota MPR RI dari kelompok DPD Djafar Alkatiri menegaskan Gorontalo perlahan menjadi provinsi yang terus melakukan pembenahan. Gorontalo juga menjadi daerah pemekaran dan otonomi yang semakin maju, dari sebelumnya.

Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat harus ikut terlibat dalam pembangunan, sesuai kemampuan dan tugasnya masing masing.

"Yang guru, mengajarlah dengan baik agar murid-muridmu pandai bisa berprestasi. Yang mahasiswa, belajarlah dengan tekun, agar orangtuamu bangga. Yang pengusaha bekerjalah dengan baik, jangan hanya mencari keuntungan sendiri, tetapi ajak warga sekitar yang masih menganggur untuk bekerja. Bila semua bekerja dan saling membahu, maka kemajuan Gorontalo hanya soal waktu," tandas Djafar.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT