ADVERTISEMENT

Oknum TNI Viral Pukuli Karyawan Marketplace di Bali Diproses Hukum

Wildan Noviansah - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 20:58 WIB
Seorang oknum prajurit TNI memukuli satpam dari gudang sebuah marketplace di Gianyar, Bali (Tangkapan layar video viral)
Seorang oknum prajurit TNI memukuli satpam dari gudang sebuah marketplace di Gianyar, Bali. (Tangkapan Layar Video Viral)
Jakarta -

Seorang oknum prajurit TNI berinisial NS memukuli karyawan sebuah marketplace di Bali. NS diproses berdasarkan hukum acara pidana militer.

"Proses hukum berjalan. Ini sekarang sudah ada di Kodim 1611/Badung," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Kav Antonius Totok Yuniarto saat dihubungi, Jumat (7/10/2022).

Korban yang dipukuli NS sempat membuat laporan ke polisi. Namun laporan itu dicabut dan keduanya sepakat berdamai.

Meski keduanya telah berdamai, NS tetap diproses hukum acara pidana militer karena melakukan pemukulan.

"Perencanaannya dari pihak kita TNI, itu kan ada tindak pidana pemukulan, itu masalahnya, sehingga si personel itu mau tidak mau harus diproses hukum," jelasnya.

Insiden pemukulan itu terjadi di sebuah gudang marketplace yang berada di daerah Gianyar, Bali. Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV gudang dan videonya viral di media sosial (medsos).

Aksi pemukulan itu dikecam karena pria berbaju loreng dianggap semena-mena.

Pemeriksaan terhadap NS terus berjalan. Belum diketahui barang yang dibeli NS hingga kemarahannya diluapkan kepada karyawan marketplace.

"Sejak hari ini, sejak video tersebar, kita cari tahu dulu lokasinya dan betul, baru kita tarik untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

Dia menjelaskan, pemukulan terhadap satpam itu terjadi karena salah paham.

"Ini selisih paham mengenai pesanan dia yang ada di marketplace tidak sesuai dengan yang dia pesan," kata Kolonel Antonius.

Dia mengatakan barang yang diterima NS tidak sesuai dengan yang dipesannya. Setelah itu NS mendatangi gudang marketplace terdekat yang berlokasi di Gianyar.

"Kemudian di situ dia mencoba untuk bertanya, tetapi ada selisih paham, mungkin dijelaskan bukan di sini mungkin tempatnya. Akhirnya berselisih paham sama sekuritinya," ucapnya.

Lihat juga video 'Kronologi TNI Hajar Warga Buleleng, Dipicu Kepala Dandim Dipukul':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT