ADVERTISEMENT

Sistem Baru TransJakarta Berbuah Keluhan Penumpang di Mana-mana

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 21:39 WIB
Bus TransJakarta mulai beroperasi 24 jam. Kendaraan umum tersebut sering digunakan masyarakat Jakarta sebagai sarana transportasi dalam kegiatan sehari-hari.
Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta -

TransJakarta memberlakukan sistem baru yakni satu kartu hanya bisa dipakai untuk satu orang penumpang. Sistem baru tersebut menimbulkan keluhan dari mana-mana.

Sistem baru ini berbeda dengan sebelumnya. Di mana satu kartu busway bisa digunakan untuk beramai-ramai. Kini, setiap penumpang TransJakarta diwajibkan untuk tap in dan tap out.

Alur Tap In dan Tap Out Kartu TransJakarta

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta Anang Rizkani Noor mengatakan penumpang TransJakarta wajib tap in dan tap out. Jika tidak tap out, kartu akan direset dan biaya perjalanan sebelumnya akan dikenakan saat perjalanan berikutnya.

"Apabila pelanggan tidak melakukan tempel kartu baik saat naik/turun, maka konsekuensinya kartu akan terblokir. Pelanggan perlu melakukan atur ulang (reset) dan biaya perjalanan sebelumnya akan dikenakan pada perjalanan berikutnya," kata Anang, dikutip detikcom, Rabu (5/10/2022).

Kartu yang terblokir tetap bisa digunakan kembali. Untuk membuka blokir kartu, kartu pelanggan akan diatur ulang (reset) pada gate yang tersedia di seluruh halte TransJakarta maupun alat tempel kartu (tap on bus) yang ada di seluruh armada non-BRT.

Sistem Baru Dinilai Ribet

Salah satu penumpang, Sulis, mengatakan penetapan tap in dan tap out di halte TransJakarta kurang efektif. Hal tersebut lantaran ia harus menempelkan kartu beberapa kali.

"Ribet ya sekarang, jadi terlalu lama," papar Sulis saat ditemui di lokasi.

Hal serupa disampaikan penumpang lain bernama Amel. Menurutnya, sistem kartu yang lama justru mempermudah untuk naik dan turun halte.

"Kartunya harus di-tap ulang berkali-kali itu yang bikin antre kirain mesinnya rusak, nggak tahunya harus di-tap berkali-kali. Lebih baik peraturan kemarin," kata Amel.

Antrean Hari Pertama Pemberlakuan Menular

Ia lantas menceritakan hari pertama (4/10) penerapan kartu di Stasiun Pinang Ranti. Antrean mengular sejak pukul 05.00 WIB lantaran banyak penumpang yang belum tahu penerapan itu.

"Pas waktu baru datang bingung gitu, kenapa nih saya sampai depan (antre). Nggak tahunya banyak yang keblokir kartunya. (Saya) sempat keblokir juga jadi harus tap berkali-kali, 3 kali, pas keluar mah gampang," kata Amel.

"Kemarin sekitar 06.15 WIB, ternyata dari jam 05.00 sudah antri sampai luar," sambungnya.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh penumpang TransJakarta bernama Sigit saat ditemui di Halte Kuningan. Dia lebih memilih sistem lama dari pada sistem 1 kartu untuk 1 penumpang.

"Menurut saya mendingan bisa 1 kartu bisa rame-rame daripada satu kartu untuk seorang. Karena kalau istilahnya bisa rame-rame bisa istilahnya juga ada kendala lain atau kayak aku sendiri misalkan kemarin kehilangan kartu, akhirnya aku pinjem orang atau bisa bayar 5 ribu nyampe tujuan kan," kata Sigit.

"Kalau itu 1 orang satu ya nggak bisa bantu orang lain. Seperti kemarin aku terbantu, hilang kartu aku kan, mau ke Senen duit pas-pasan, pokoknya terkendala. Kalau satu kartu rame itu lebih lancar, jadi nggak ada masalah," tambahnya.

Sigit merupakan warga Pasar Senen, Jakarta Pusat, yang bekerja di Kuningan, Jakarta Selatan. Ia setiap hari pulang pergi Senen-Kuningan dengan TransJakarta.

Simak video 'Kebijakan Baru TransJ Bikin Antrean Mengular di Sejumlah Halte':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT