TransJ Ubah Sistem Picu Antrean Panjang, Gerindra: Kurang Sosialisasi

ADVERTISEMENT

TransJ Ubah Sistem Picu Antrean Panjang, Gerindra: Kurang Sosialisasi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 07:56 WIB
Pemprov DKI Jakarta menambah anggaran subsidi TransJakarta imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Tambahan subsidi mencapai Rp 62,1 miliar.
Trans J. Ilustrasi (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi B DPRD DKI Fraksi Gerindra Adi Kurnia tak mempermasalahkan perubahan sistem di Halte TransJakarta. Namun, menurutnya, perlu ada sosialisasi yang panjang sebelum kebijakan itu diterapkan.

"Jangan sampai, niat baik karena kurang edukasi penyuluhan, malah dampak membuat sengsara masyarakat, dan preseden buruk dan buat masyarakat kapok. Misal, ada pengguna yang baru pertama kali terus tiba-tiba antre panjang, jadinya kapok," kata Adi saat dihubungi, Selasa (10/4/2022).

Menurut Adi, PT TransJakarta perlu melakukan kajian mendalam sebelum menerapkan kebijakan. Jangan sampai, kebijakan yang baik malah dieksekusi dengan buruk.

PT TransJakarta, menurutnya, perlu berpikir panjang soal dampak terhadap masyarakat sebelum mengambil kebijakan.

"Salah satunya itu tadi, kalau tegakkan aturan, aturan yang memakai kan masyarakat. Sosialisasi meski panjang. Harus berkala. Kalau sudah terjadi kayak hini, yang dirugikan masyarakat," katanya.

Adi mengakui bahwa PT TransJakarta berkembang pesat dan jadi kebanggaan dari masyarakat. "Angkutan kebanggaan Jakarta harusnya hal seperti ini tidak terjadi," katanya.

Antrean Panjang Penumpang TransJ

Diketahui, sejumlah halte TransJakarta sempat mengalami penumpukan penumpang pada Selasa pagi dan petang. Hal ini dikarenakan mulai diberlakukan sistem satu kartu satu penumpang yang mewajibkan wajib tap in dan tap out.

Sekretaris Perusahaan PT JakLingko Indonesia Kevin Haikal menerangkan penumpang yang tidak melakukan tap out berisiko mengalami eror pada kartu elektronik. Sehingga dia mengimbau pada penumpang untuk melakukan tap in dan tap out sesudah perjalanan.

Meski demikian, pihaknya memastikan untuk tidak khawatir apabila kartu mengalami eror atau terblokir. Dia menerangkan kartu bisa direset dan harus memiliki saldo minimal Rp 5 ribu.

"Reset kartu, pastikan minimal saldo Rp 5.000 di dalamnya, kartu akan memotong biaya perjalanan terjauh sebelumnya," kata Kevin.

(aik/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT