Jadi Saksi Kasus Korupsi Bank Banten, Eks Pejabat Akui Kredit PT HNM Janggal

ADVERTISEMENT

Jadi Saksi Kasus Korupsi Bank Banten, Eks Pejabat Akui Kredit PT HNM Janggal

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Rabu, 05 Okt 2022 18:21 WIB
Sidang kasus korupsi Bank Banten, Rabu (5/10/2022).
Sidang kasus korupsi Bank Banten, Rabu (5/10/2022). (Bahtiar Rifai/detikcom)
Serang -

Mantan pejabat di lingkungan Bank Banten Darwinis menilai kredit PT Harum Nusantara Makmur (HNM) untuk pembangunan tol di Palembang pada Bank Banten mencurigakan sejak awal. Hal ini ia sampaikan saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Serang.

Saksi Darwinis, di Pengadilan Tipikor Serang, Rabu (5/10/2022), menjelaskan, dia adalah mantan Kepala Unit Administrasi dan Sekretaris Komite Kredit Bank Banten pada 2017. Ia menguraikan kejanggalan dari jenis kredit sampai pencairan kredit ke PT HNM.

"Diputuskan dengan berbagai syarat yang dituangkan," kata saksi Darwinis.

PT HNM, katanya, mengajukan kredit melalui terdakwa Rasyid Samsudin pada sekitar Juni-Juli 2017. Di rapat teknis, disepakati pengajuan harus disertai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) PT HNM dari proyek tol di Palembang.

Setelah dilengkapi syaratnya, dilakukan rapat komite kredit yang isinya adalah petinggi Bank Banten. Rapat dihadiri Direktur Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa dan direksi lain, yaitu Kemal Idris, serta komite kredit, termasuk terdakwa Satyavadin Djojosubroto.

Waktu itu, menurut dia, Satyavadin menjabat Kepala Divisi Komersial plus kepala kantor di DKI Jakarta. Nilai kredit pertama ini yang disetujui adalah kredit investasi Rp 12 miliar dan kredit modal kerja Rp 17 miliar.

Masalahnya, kata saksi, semestinya komite kredit atau Bank Banten sendiri tidak menyetujui kredit yang diajukan PT HNM. Alasannya, dalam SPK, pencairan kredit janggal karena tidak melalui Bank Banten, tapi ke bank lain.

"Saya sendiri keberatan, saya bilang ini SPK ini tidak dilayani. Pencairannya bukan di Bank Banten, tapi di BRI," ujarnya.

Tapi usul itu dibantah oleh direksi lain. Alasannya, ada pengalaman bank daerah lain bisa melakukan pencairan model itu.

Lihat juga video 'Kades di Mamasa Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 748 Juta':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT