Eksepsi Terdakwa Kasus Korupsi Bank Banten Ditolak, Sidang Lanjut Pembuktian

ADVERTISEMENT

Eksepsi Terdakwa Kasus Korupsi Bank Banten Ditolak, Sidang Lanjut Pembuktian

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 13:48 WIB
Eksepsi Terdakwa Kasus Korupsi Bank Banten Ditolak.
Foto: Sidang putusan sela atas perkara korupsi di Bank Banten (Foto: Bahtiar Rifai/Detikcom)
Serang -

Eksepsi terdakwa Rasyid Samsudin dalam perkara korupsi di Bank Banten ditolak majelis hakim Tipikor Serang. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi dan pembuktian.

"Mengadili, nota keberatan tidak dapat diterima, menyatakan dakwaan penuntut umum adalah sah sebagai dasar memeriksa dan mengadili Rasyid Samsudin, melanjutkan pemeriksaan perkara atas nama terdakwa," kata ketua majelis Slamet Widodo di Pengadilan Tipikor Serang, Jalan Serang-Pandeglang, Senin (3/10/2022).

Slamet menilai keberatan terdakwa soal kredit modal kerja (KMK) dan kredit investasi di Bank Banten yang masuk ranah perdata tidak bisa dipertimbangkan oleh majelis hakim. Bahwa perkara kredit macet itu ada unsur kerugian negara dan perbuatan melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

"Termasuk lingkup kerugian negara, bisa masuk ke pidana korupsi," ujarnya.

Mengenai Pengadilan Tipikor Serang di Pengadilan Negeri Serang tidak layak mengadili perkara di Bank Banten juga tidak dapat diterima majelis hakim. Bank Banten dinilai memiliki kantor pusat di Provinsi Banten sesuai dengan akta notaris 12 April 2017 tentang RUPS PT Bank Pembangunan Daerah TBK.

"Maka sah memiliki kompetensi mengadili perkara," ujarnya.

Keberatan mengenai dakwaan yang tidak cermat juga ditolak majelis hakim. Surat dakwaan jaksa dinilai sah dan bisa dijadikan dasar dalam persidangan maka diperintahkan ke penuntut umum untuk meneruskan pemeriksaan perkara.

Sebagaimana diketahui, dari dua terdakwa korupsi di Bank Banten yang merugikan negara Rp 186,5 miliar akibat kredit investasi dan modal kerja yang macet oleh PT Harum Nusantara Makmur (HNM). Terdakwa Rasyid di perusahaan itu sebagai pemohon kredit untuk proyek pembangunan di Palembang senilai Rp 61 miliar.

Terdakwa kedua yaitu Satyavadin Djojosubroto selaku eks Kepala Cabang Bank Banten di DKI Jakarta. Dia didakwa telah memperkaya orang lain dalam hal ini terdakwa Rasyid dari PT HNM senilai Rp 61 miliar atau Rp 186,5 miliar.

(bri/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT