Kejati Sita Uang Rp 290 Juta dari PT HNM Terkait Kasus Korupsi Bank Banten

ADVERTISEMENT

Kejati Sita Uang Rp 290 Juta dari PT HNM Terkait Kasus Korupsi Bank Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 22 Sep 2022 19:25 WIB
Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer
Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simandjuntak (Foto: dok. Kejagung)
Jakarta -

Kejati Banten kembali menyita uang sebesar Rp 290 juta terkait kasus dugaan korupsi di Bank Banten. Uang tersebut disita dari PT Harum Nusantara Makmur (HNM), perusahaan yang melakukan kredit modal kerja (KMK), dan kredit investasi (KI) di bank milik Pemprov Banten.

Kajati Banten Leonard Eben Ezer Simandjuntak mengatakan uang Rp 290 juta itu adalah uang muka yang diberikan saksi SS selaku Direktur PT HNM. Uang itu diserahkan ke PT HNM untuk pembelian 49 unit dump truck merek Hino.

"Tim penyidik melakukan penyitaan uang Rp 290 juta sehubungan dengan pengembangan penyidikan perkara KMK dan KI oleh Bank Banten ke PT HNM," kata Leonard kepada wartawan di Serang, Banten, Kamis (9/22/2022).

Leonard menyebut uang itu diserahkan pada Rabu (21/9) kemarin dan disetorkan oleh kuasa hukum PT HNM ke rekening penampung Kejati Banten di BRI. Uang itu akan dijadikan barang bukti dalam perkara dugaan korupsi di Bank Banten untuk penyelamatan keuangan negara.

5 Saksi Diperiksa

Selain itu, Leonard menjelaskan pengembangan kasus dugaan korupsi di Bank Banten terus dilakukan. Pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa saksi.

Pertama, saksi yang diperiksa berinisial DHK selaku Kabag Kredit Komersial Bank Banten pada tahun 2017. DHK dimintai keterangan terkait usulan kredit.

Saksi kedua adalah FGS selaku Analis dan Penyelesaian Kredit Wilayah 1 Bank Banten tahun 2017. Saksi ketiga berinisial SDJ selaku Pimpinan Divisi Kredit Komersial Bank Banten pada tahun 2017.

Berdasarkan catatan detikcom, total sudah ada lima orang yang diperiksa terkait pengembangan untuk kasus dugaan korupsi di Bank Banten. Dua saksi yang diperiksa kemarin yaitu ZP sebagai Direktur PT HNM dan LAA selaku notaris.

"Tujuan pemeriksaan ini untuk menemukan fakta hukum atas dugaan keterlibatan pihak lain," imbuhnya.

Seperti diketahui, kasus ini sudah menjerat dua tersangka dan kini keduanya telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Serang. Pertama adalah Satyavadin Djojosubroto selaku eks Kepala Cabang Bank Banten di DKI. Kedua adalah Dirut PT HNM Rasyid Samsudin.

Keduanya didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 186,6 miliar. PT HNM adalah perusahaan yang melakukan kredit KMK dan KI ke Bank Banten senilai Rp 65 miliar.

(bri/fas)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT