Suamiku Direbut Pelakor Liburan Keliling Eropa, Apa Solusinya?

ADVERTISEMENT

detik's Advocate

Suamiku Direbut Pelakor Liburan Keliling Eropa, Apa Solusinya?

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 04 Okt 2022 09:18 WIB
ilustrasi perselingkuhan
Foto: Getty Images/iStockphoto/Thiago Santos
Jakarta -

Drama rumah tangga penuh dengan romantika. Lebih menyayat apabila ada orang ketiga. Pembaca detik's Advocate salah satunya.

Hal itu menjadi pertanyaan pembaca detik's Advocate. Berikut pertanyaan lengkapnya yang dikirim ke email: redaksi@detik.com dan di-cc ke andi.saputra@detik.com :

Izin bertanya, saya ibu rumah tangga dengan dua anak perempuan mereka sekolah kelas 2 dan 3 SD. Sebenarnya saya menikah sudah 9 tahun tapi suami saya tidak pernah mempublikasikan kami, dia malu karena saya dan anak - anak tidak modis. Padahal suami memberi uang saja suka ditanyakan kembali.

Tiba-tiba bulan Mei, saya dikejutkan dengan dia selingkuh dan akan pergi ke paris dengan selingkuhannya. Saya pun langsung marah dan dia berjanji akan tobat. Dan pergi ke Eropa tidak dengan selingkuhannya. Saya percaya saja. Saya juga memberi tahu selingkuhannya kalau suami saya sudah punya anak istri. Tetapi dia tidak membalas WA

Singkat cerita suami saya ternyata pergi bersama selingkuhannya selama 16 hari ke Eropa dan saya tidak tahu itu. Setelah 5 hari dari Eropa dia pergi keluar kota, ternyata dia masih berhubungan dengan selingkuhannya padahal dia menangis di depan saya dan berjanji tidak akan selingkuh lagi.

Bulan Juni dia minta cerai karena akan menikahi selingkuhannya tetapi keluarga suami saya tidak setuju, akhirnya suami saya minta waktu selama seminggu untuk berpikir. Ternyata selama seminggu dia sama selingkuhannya tinggal di hotel.

Suami saya sangat manipulatif. Dia terus menerus membohongi saya. Menjelek-jelekan saya di depan selingkuhannya katanya saya memanfaatkan suami saya padahal dari awal menikah 2011 sampai 2017. Saya tidak pernah meminta nafkah karena saya bekerja. Urusan dapur dan kebutuhan sehari-hari saya yang bertanggung jawab.

Saat 2017 baru saya minta uang karena saya resign tidak ada yang mengurus anak, ART berhenti bekerja. Suami saya sangat perhitungan dengan saya tapi dengan selingkuhannya di membelikan mobil Fortuner, tas branded, diajak belanja, dan jalan-jalan ke Eropa. Padahal saya istrinya sekedar untuk perawatan diri saja tidak ada. Akhirnya saya lelah dengan sikap suami saya yang berbohong terus menerus.

Saya membuat perjanjian dengan dia apakah perjanjian ini kuat jika saya mengajukan cerai?

Apakah harta suami saya bisa untuk saya dan anak -anak semuanya tanpa ada jatah untuk suami, karena sejatinya saya menikah dengan suami saat sama-sama susah?

Karena selama ini dia hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri. Sepertinya perempuan itu pelacur. Karena bukannya dia juga berbohong pada saya dia bilang dia tidak ke Eropa. Pas suami saya memutuskan hubungan barulah dia bilang mereka ke Eropa.

Selingkuhannya ini juga menghina saya, dibilang saya orang miskin tidak punya harga diri, Cuma bisanya minta suami doang, dia juga membagikan foto-foto saat mereka berhubungan badan.

Apakah saya bisa menuntut dia? Dengan semua wa dia yang menghina saya.

Untuk menjawab pertanyaan pembaca detik's Advocate di atas, kami meminta pendapat Achmad Zulfikar Fauzi, SH. Berikut penjelasan lengkapnya:

Terimakasih atas pertanyaan yang saudara tanyakan Kepada redaksi detikNews, sebelumnya saya turut prihatin dengan kondisi yang saudara penanya alami.

Sebelumnya saudara tidak menyebutkan Penanya beragama apa maka saya asumsi saudara beragama Islam maka dalam hal penyelesaian masalah perkawinan yaitu melalui Pengadilan Agama Adapun beberapa alasan yang dapat dijadikan alasan bagi seorang isteri yang ingin mengajukan gugatan cerai kepada suaminya adalah sebagai berikut Sebagaimana diatur dalam Pasal 40 Jo. pasal 19 Undang - undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) jo. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 tentang pelaksanaan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Instruksi Presiden RI. ( Inpres ) No. 01 tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam:

1. Suami berbuat zina atau menjadi pemabok, pemadat, penjudi, dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan;
2. Suami meninggalkan isteri selama 2 (dua) tahun berturut-turut tanpa izin isteri dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain diluar kemampuannya;
3. Suami mendapat hukuman penjara 5 (lima) tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung;
4. Suami melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan Isterinya;
5. Suami mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami;
6. Antara suami dan isteri terus-menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.

Dari beberapa alasan yang dapat dijadikan alasan untuk mengajukan permohonan / gugatan cerai talak di atas, di mana alasan point 6 lebih banyak dipilih Sebagai alasan dengan pertimbangan pembuktiannya lebih mudah dan merupakan alasan yang paling banyak digunakan dan paling banyak dikabulkan oleh Hakim Pengadilan Agama dalam memutus kasus gugatan perceraian.

Perjanjian yang saudara buat diatur dalam Pasal 29 ayat (1) UU Perkawinan, dapat diketahui bahwa jika perjanjian kawin ingin mengikat/berlaku juga bagi pihak ketiga, maka harus disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan atau notaris. sehingga saya nilai tidaklah dapat mengikat secara hukum dan hanya sebatas formalitas.

Mengenai harta perkawinan yang suami dan anda peroleh selama perkawinan merupakan objek dari harta Gono gini sebagaimana diatur Pasal 35 UU Perkawinan diatur tentang Harta Benda dalam Perkawinan, yang menyatakan:
1) Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama.
2) Harta bawaan dari masing-masing suami istri dan harta benda yang diperoleh masing-masing sebagai hadiah atau warisan adalah di bawah penguasaan masing-masing sepanjang para pihak tidak menentukan lain.

Dengan demikian, jika harta diperoleh suami dan/atau istri selama perkawinan maka harta tersebut merupakan harta bersama sepanjang tidak diperjanjikan lain dalam Perjanjian Perkawinan. Jika saudara ingin mengajukan gugatan cerai sebagai isteri dapat pula mengajukan gugatan hak terkait yang dapat berupa:

1. Tuntutan Nafkah Terutang, yaitu jika selama masa tertentu dalam perkawinannya, ternyata Suami tidak memberikan biaya hidup kepada isteri, maka isteri dapat menuntut agar Hakim menghukum suami membayar nafkah terutang kepada bekas isterinya kelak.
2. Tuntutan Hak Asuh Anak, yaitu isteri berhak untuk mendapatkan hak pengasuhan atas anak yang belum mumaziz (dibawah 12 tahun).
3. Tuntutan Nafkah Anak sampai dewasa 21 tahun, jika nantinya hak asuh anak jatuh ke tangan isteri, maka hakim atas permintaan anda dapat menetapkan agar bekas suami memberikan nafkah kepada anak yang hak asuhnya di tangan isteri, sampai anak tersebut dewasa atau berumur 21 Tahun
4. Nafkah Idah, dapat diminta oleh isteri sebagai nafkah selama masa idah yaitu 3 (tiga) bulan lamanya.
5. Nafkah Mut'ah, dapat juga diminta oleh isteri kepada hakim agar suami ditetapkan agar membayar nafkah Mut'ah (hadiah) kepada bekas isterinya.

Selain mengajukan tuntutan nafkah, istri yang akan mengajukan gugatan cerai dapat juga mengajukan gugatan pembagian harta bersama (gono-gini) bersamaan dan dalam satu naskah dengan gugatan cerai.

Terkait perzinahan yang saudara tanyakan saudara harap menyiapkan saksi dan bukti yang mendukung dan menghubungi kuasa hukum saudara untuk melakukan laporan polisi, lebih lanjut saudara dapat membaca artikel ini https://news.detik.com/berita/d-6314260/suami-saya-direbut-pelakor-apa-yang-bisa-saya-lakukan

Terkait dengan perilaku selingkuhan suami anda dengan membagikan foto-foto saat mereka berhubungan badan. diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi ("UU Pornografi").

Jadi tindakan menyebarluaskan pornografi merupakan tindakan yang dilarang. Ancaman terhadap pasal ini diatur dalam Pasal 29 UU Pornografi yaitu:

Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar.

Selain itu Pasal 27 ayat (1) Pasal 45 ayat (1) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur larangan dan ancaman pidana bagi orang yang menyebarkan foto telanjang sebagaimana yang Anda sebutkan, yakni:

Pasal 27 ayat (1) UU ITE:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan.

Pasal 45 ayat (1) UU 19/2016:

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Demikian semoga bermanfaat. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih
Salam

Achmad Zulfikar Fauzi, SH
Advokat Freelance di Rachmat S. Negoro dan Rekan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT