Kala 'Ayah Sejuta Anak' Merasa Tak Bersalah Meski Tersangka

ADVERTISEMENT

Kala 'Ayah Sejuta Anak' Merasa Tak Bersalah Meski Tersangka

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Okt 2022 09:01 WIB
Suhendra, Ayah Sejuta Anak ditangkap polisi atas dugaan adopsi anak ilegal dan TPPO.
Foto: Suhendra, Ayah Sejuta Anak ditangkap polisi atas dugaan adopsi anak ilegal dan TPPO. (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Jakarta -

Suhendra (32) 'Ayah Sejuta Anak' telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penjualan bayi. Namun, kepada penyidik Polres Bogor, dia merasa tidak bersalah, dan menyebut ingin menolong korban.

"Dari keterangan langsung tersangka saudara SH kita mendapatkan keterangan bahwa tersangka sendiri mengaku tidak merasa bersalah dan tersangka beralibi membantu orang," kata Kasi Humas Polres Bogor Iptu Desi Triana saat dimintai konfirmasi, Minggu (2/10/2022).

Desi menyebut Suhendra menawarkan adopsi bayi kepada orang tua asuh seharga Rp 15 juta. Uang tersebut dikatakan untuk biaya persalinan.

"Ya (untuk biaya persalinan). Anak yang sudah berhasil diadopsi 1 ke daerah Lampung dan yang 4 ada di Dinsos ya," kata Desi.

Diketahui, polisi telah meringkus Suhendra di Desa Kuripan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Suhendra diringkus lantaran diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang dengan modus adopsi bayi seharga Rp 15 juta.

Awal Mula Kasus

awal mula terbongkarnya kasus ini setelah polisi mendapatkan laporan dari Puskesmas Ciseeng terkait adanya lima bayi lahir dalam kurun waktu bersamaan atas nama ayah Suhendra atau SH. Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo DC Tarigan menyebut ibu bayi tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Jadi awalnya ada laporan dari Puskesmas Ciseeng, ada lima bayi lahir dalam rentang waktu yang sama. Semua bayi yang lahir nama ayahnya atas nama SH. Namun dari ibu yang berbeda-beda, dan ibu-ibu ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, bukan orang Bogor," kata Siswo Tarigan melalui keterangannya, Sabtu (1/10).

Kades Kahuripan lalu mendapatkan laporan dari tokoh agama setempat bahwa ada ibu-ibu hamil yang ditampung oleh Suhendra. Pihak kecamatan kemudian memanggil Suhendra.

"Kemudian kecamatan memanggil tersangka dan meminta berkonsultasi dengan Dinsos," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT