Kejagung: Karantina JPU Kasus Sambo Belum Perlu, Bisa Pengamanan Tertutup

ADVERTISEMENT

Kejagung: Karantina JPU Kasus Sambo Belum Perlu, Bisa Pengamanan Tertutup

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 02 Okt 2022 19:06 WIB
Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana
Foto: Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana (dok. Kejagung)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md meminta jaksa terbaik yang dipilih untuk menangani berkas perkara Ferdy Sambo dkk dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J. Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan pihaknya memiliki jaksa yang berpengalaman, integritas dan profesional.

"Untuk pemilihan jaksa terbaik dalam menangani perkara tersebut saya sangat setuju, jaksa harus punya pengalaman, kapasitas dan integritas sehingga mempunyai sikap profesionalisme," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, Minggu (2/10/2022).

Ketut mengatakan pengamanan untuk para jaksa yang menangani kasus ini sangatlah penting. Mengingat, kata Ketut, pengamanan itu bukan hanya karena kasus ini menarik perhatian publik, tapi juga untuk kenyamanan para jaksa agar tidak ada tekanan dalam proses persidangan.

"Dalam rangka pengamanan jaksa juga usulan yang sangat penting mengingat bukan saja menarik dari perhatian masyarakat, sehingga jaksa penuntut umum yang menangani juga lebih nyaman juga keluarganya, sehingga tidak ada tekanan dalam proses persidangan," kata Ketut.

Ketut menyebut arahan Mahfud untuk pengamanan para jaksa yang menangani kasus ini akan ditindaklanjuti. Kejagung, kata Ketut, akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Sebagaimana disampaikan Pak Mahfud, akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian dalam hal proses pengamanan sidang," ujarnya.

Lebih lanjut, Ketut menerangkan saat ini karantina untuk para jaksa yang menangani kasus Ferdy Sambo belum diperlukan. Dia menyebut pengamanan kepada para jaksa bisa dilakukan tertutup.

"Karantina belum diperlukan, bisa dilakukan dengan pengamanan tertutup. Teknisnya nanti Pak Jampidum akan berkoordinasi dengan kepolisian," ujarnya.

Mahfud Minta Jaksa Kasus Sambo Dikarantina

Berkas perkara Ferdy Sambo dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejagung. Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan rampungnya berkas perkara ini menandakan tugas Polri sudah selesai dalam memproses hukum pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat.

"Harapan kita semua setelah (kasus) Pak Sambo rampung, tugas Polri menurut saya selesai, beralih. Oleh sebab itu, kita semua akan mengawal Kejagung," kata Mahfud dalam acara konferensi pers rilis survei Indikator Politik secara daring, Minggu (2/10). Mahfud menjawab pertanyaan soal harapannya usai berkas kasus Sambo dinyatakan P21.

Seiring dengan itu, Mahfud mengatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan jaksa agung muda bidang tindak pidana umum (jampidum) Kejagung. Mahfud meminta agar dipilih jaksa terbaik dan dikarantina untuk menghindari teror.

"Kita sudah koordinasi dengan jampidum agar dipilih jaksa terbaik dan dikarantina agar tidak ada yang meneror, menghubungi dan sebagainya dan itu sudah dilakukan," ujarnya.

Mahfud melanjutkan, kepercayaan terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit meningkat saat proses penanganan kasus Sambo. Menurutnya, hal ini lantaran Jenderal Sigit tegas saat mengambil langkah selama perkara Sambo.

"Dari perjalanan kasus ini kita sebenarnya bisa mengambil kesimpulan yang sejajar temuan Pak Burhan (Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanudin Muhtadi) tadi, kepercayaan terhadap Polri itu naik, tetapi berbeda kepercayaan terhadap institusi dan Kapolri. Kepercayaan terhadap Kapolri lebih tinggi daripada kepercayaan terhadap institusinya. Nah menurut saya ini benar karena bagaimanapun kasus Sambo itu bisa saja tersendat atau berbelok kalau Kapolri tidak tegas," kata dia.

"Jadi di sini Kapolri selalu menyesuaikan dengan aspirasi masyarakat misalnya bahwa skenarionya harus diubah dari tembak menembak menjadi pembunuhan, bahwa harus diautopsi ulang, itu Polri mengikuti terus tuh dan dilakukan. Termasuk aspirasi masyarakat agar misalnya Putri itu ditahan," imbuhnya.

(whn/knv)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT