Polisi Selamatkan 5 Ibu dan 5 Anak saat Geledah Rumah 'Ayah Sejuta Anak'

ADVERTISEMENT

Polisi Selamatkan 5 Ibu dan 5 Anak saat Geledah Rumah 'Ayah Sejuta Anak'

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 20:50 WIB
sosok suhendra ayah sejuta anak 1
Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' (Foto: Faisal)
Jakarta -

Polisi menggeledah rumah Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, terkait dugaan perdagangan orang. Polisi menyelamatkan lima orang ibu dan lima anak dari rumah pria berusia 32 tahun tersebut.

"Jadi pada saat penggeledahan, terdapat 5 wanita dan juga 5 anak. Namun, dalam penelusuran kami, ternyata sudah ada 5 ibu yang melahirkan terlebih dahulu," kata KBO Satreskrim Polres Bogor Iptu Hafiz Akbar kepada wartawan, Kamis (29/9/2022).

Rumah Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' ini memiliki dua lantai. Ibu-ibu hamil yang akan melahirkan ditampung 'Ayah Sejuta Anak' di lantai 1.

"Jadi rumahnya itu rumah 2 lantai, ibu-ibu ini ditampung di lantai 1," imbuhnya.

Hafiz menceritakan awal mula penyelidikan hingga penetapan tersangka Suhendra 'Ayah Sejuta Anak'. Kepada polisi, tersangka mengaku sudah beroperasi sejak awal 2022 dan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mencari 'kliennya' ibu-ibu hamil.

"Jadi kronologi awal kasus, tersangka sudah beroperasi dari 2022. Caranya dengan meng-upload konten di IG dan Tiktok 'Ayah Sejuta Anak.' Dalam kanal medsos tersebut dia menyatakan bahwa memiliki yayasan yang bisa menampung ibu-ibu hamil yang tidak memiliki suami atau tidak bisa menanggung anaknya di kemudian hari, dan bersedia menampung mereka bahkan menjadi ayah angkat," paparnya.

Kemudian, lanjut Hafiz, apabila ada ibu hamil yang tertarik, bisa menghubungi narahubung yang ada di media sosial tersebut. Nantinya, ibu hamil tersebut akan dibawa ke rumahnya.

"Ini rumah 2 lantai yang digunakan sebagai penampungan sampai ibu tersebut melahirkan, " jelasnya.

Adopsi Anak Secara Ilegal

Diketahui, ada satu anak yang diadopsi oleh orang lain tanpa mekanisme yang benar. Akhirnya, polisi bersama Dinas Sosial Kabupaten Bogor mengecek operasional penampungan ibu hamil dan bayi milik tersangka Suhendra.

"Dari kanal media sosial sudah viral, juga sudah masuk ke TV nasional, kita melakukan penyelidikan dan penyidikan bersama Dinsos Kabupaten Bogor. Mengecek legalitas yayasan tersebut dan mengecek mekanisme adopsi, ternyata tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku," terangnya.

Kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. Hingga akhirnya, polisi menetapkan Suhendra sebagai tersangka kasus perdagangan orang.

"Dari situ kita bergerak memeriksa para saksi-saksi, kemudian juga meminta peninjauan dari Dinsos. Berangkat dari situ, kita menetapkan saudara SH sebagai tersangka. Dari situ baru kita melaksanakan penggeledehan," bebernya.

Baca di halaman selanjutnya: anak dijual Rp 15 juta....

Saksikan juga Sosok minggu ini: Lukas Tumiso Eks Tapol Penyintas Pulau Buru

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT