Terkuak Perdagangan Orang di Balik Aksi Adopsi 'Ayah Sejuta Anak'

ADVERTISEMENT

Terkuak Perdagangan Orang di Balik Aksi Adopsi 'Ayah Sejuta Anak'

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 29 Sep 2022 08:08 WIB
sosok suhendra ayah sejuta anak 1
Suhendra atau dikenal 'Ayah Sejuta Anak' ditangkap terkait dugaan TPPO. (Faisal/detikcom)
Bogor -

Kisah Suhendra (32) sempat viral di media sosial karena aksi sosialnya merawat bayi yang 'terbuang'. Suhendra yang dikenal dengan sebutan 'Ayah Sejuta Anak' ini mengklaim telah menampung 55 bayi yang rata-rata berasal dari ibu hamil tanpa suami.

Dalam sebuah wawancara khusus dengan detikcom untuk program 'Sosok' beberapa waktu lalu, Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' mengaku menampung puluhan bayi itu secara ikhlas. Ia juga mengaku merawat dan membiayai bayi-bayi tersebut.

Banyaknya kasus pembuangan bayi hasil aborsi yang ia temui, mendorongnya untuk membuat aksi. Ia bertekad untuk mencegah agar masalah serupa tidak terus bertambah.

"Waktu itu saya menyaksikan sendiri ya, anak dibuang, meninggal dunia. Nah dari situ, kenapa sampai dia dibuang? Kenapa sampai meninggal dunia? Dan yang rata-rata ibu hamil lakukan ketika dia punya anak, dia buang, dia sangkanya masalahnya selesai, ternyata tidak," tutur Hendra saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok (26/6/22).

Tapi siapa sangka, ada motif ekonomi di balik aksi 'Ayah Sejuta Anak' ini. Polisi menangkap Suhendra atas dugaan perdagangan orang dan aborsi ilegal.

'Ayah Sejuta Anak' Diduga Jual Bayi

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' ditangkap atas dugaan perdagangan bayi. Polisi bergerak setelah mendapatkan informasi adanya dugaan perdagangan anak tersebut dan menangkapnya di Ciseeng, Kabupaten Bogor.

"Modus yang dilakukan oleh pelaku dengan mengiming-imingi atau mengumpulkan ibu hamil, kemudian selanjutnya setelah proses persalinan, anaknya akan diserahkan kepada orang yang mengadopsi anak tersebut. Namun proses adopsinya sendiri dilakukan secara ilegal," ujar Iman dalam jumpa pers di Mapolres Bogor, Jl Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Rabu (28/9/2022).

Iman mengatakan pengadopsi dimintai sejumlah uang. Suhendra, kata Iman, mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak.

"Orang yang mengadopsi diminta sejumlah uang Rp 15 juta dari setiap satu anak yang diadopsi pelaku. Pelaku mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak," tuturnya.

Adopsi Anak Secara Ilegal

Suhendra 'Ayah Sejuta Anak' menampung ibu-ibu hamil. Setelah ibu melahirkan, bayi tersebut kemudian diambil oleh Suhendra.

Suhendra kemudian mencari orang tua asuh yang akan mengadopsi anak. Akan tetapi, proses adopsi itu dilakukan tanpa prosedur yang benar atau ilegal.

"Padahal setelah persalinan selesai, anaknya diambil dan dicarikan lagi siapa yang mencari orang tua asuh dengan menyerahkan dengan dibalut mekanisme adopsi," ungkap Iman.

Baca di halaman selanjutnya: yayasan jadi kedok....

Simak juga 'Catatan LPSK! 168 Korban Human Trafficking Selama 2022':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT