ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Warga Khawatirkan Sodetan Antibanjir, Begini Respons Lurah Pondok Bambu

Mulia Budi - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 19:37 WIB
Pengerjaan pintu air di saluran sodetan Waduk H Dogol-BKT di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 26 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Pengerjaan pintu air di saluran sodetan Waduk H Dogol-BKT di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 26 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Sodetan atau saluran air untuk mengatasi banjir tengah dibangun agar banjir tak kembali melanda permukiman warga di dekat Waduk Haji Dogol, Jakarta Timur. Tak jauh dari kawasan itu, ada warga yang khawatir bila air dari sodetan tersebut justru meluber sehingga membanjiri permukimannya.

Permukiman yang dikhawatirkan terkena dampak dari pembangunan sodetan itu adalah RT 1, RT 2, dan RT 13 di RW 11. Jarak permukiman itu hanya 900 meter dari kawasan Waduk Dogol, yakni di Jl Bambu Ori I-IV.

Salah satu warga setempat yang khawatir kebanjiran, Jatmiko, pembangunan sodetan itu hanya berhenti di Jl Teluk Mandar. Dia menyayangkan sodetan itu tak dibangun di sepanjang permukiman warga menuju kali Kanal Banjir Timur (KBT).

"Proyek tidak berlanjut, hanya terhenti di saluran Jl Teluk Mandar, hal ini akan memberikan dampak yang sangat signifikan karena sumber air yang masuk ke segmen tengah hingga segmen hilir akan menjadi dua sumber, yaitu saluran existing dan saluran baru hasil proyek sodetan waduk," kata Jatmiko saat ditemui di sekitar rumahnya, kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (28/9/2022).

Dia mengatakan kekhawatiran warga semakin bertambah lantaran adanya sejumlah sumbatan yang membuat aliran air menjadi tidak lancar menuju ke BKT. Menurutnya, sumbatan itu harus segera dibongkar.

Got di Pondok Bambu Duren Sawit Jaktim yang dianggap Jatmiko mampet dan perlu dibebaskan dari sumbatan. Kondisi 28 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)Got di Pondok Bambu Duren Sawit Jaktim yang dianggap Jatmiko mampet dan perlu dibebaskan dari sumbatan. Kondisi 28 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)

"Saluran pada segmen hilir yang dimulai dari Saluran air di Jl Teluk Sibolga hingga BKT seharusnya mengalir dengan lancar, namun saat ini, hal ini tidak terjadi karena adanya sumbatan 'cekekan' yang harusnya sudah dapat dibongkar agar alirannya lancar hingga ke BKT," ujar Jatmiko.

Jatmiko, warga Pondok Bambu Duren Sawit Jaktim yang khawatir kebanjiran karena sodetan baru. (Mulia Budi/detikcom)Jatmiko, warga Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, yang khawatir kebanjiran karena sodetan baru. (Mulia Budi/detikcom)

Dia berharap sodetan atau saluran air yang dibangun dari Waduk Dogol tak hanya berhenti di Jl Teluk Mandar. Sodetan itu diharapkan juga dibangun di permukiman warga RT 1, RT 2, dan RT 13 di belakang Gereja Santa Anna menuju BKT.

"Sebagai solusi permanen dan bersifat jangka panjang, warga sangat berharap instansi terkait dapat mengurangi debit air yang masuk ke saluran air Teluk Tomini dengan membuat saluran air di belakang Gereja Santa Anna menuju Jl Buluh Perindu I hingga masuk ke saluran Teluk Banda," ucapnya.

Respons Lurah

Lurah Pondok Bambu, Achmad Ruslan, mengatakan pihaknya telah menerima keluhan kekhawatiran warganya itu. Dia telah menerjunkan petugas PPSU untuk menguras sumbatan yang ada di permukiman warga tersebut.

"Kita kan Kelurahan sedang berupaya, keluhan-keluhan warga walaupun SDA itu kan surat itu ditujukan ke SDA tetep kita nanti yg bantu TL. Kita perbaiki kita kuras," kata Ruslan saat dihubungi.

Pintu air di permukiman warga RT 1, RT 2, dan RT 13 di RW 11 juga telah diperbaiki. Dia menegaskan pihaknya masih berupaya agar banjir tidak melanda kawasan tersebut.

"Kita coba untuk yang 'cekekan' penyempitan-penyempitan itu, nanti kita coba kita bersihkan," ujarnya.

Pembersihan got Jl Teluk Tomini (Dok Istimewa)Pembersihan got Jl Teluk Tomini (Dok. Istimewa)
Pembersihan got Jl Teluk Tomini (Dok Istimewa)Pembersihan got Jl Teluk Tomini (Dok. Istimewa)

"Kita inventarisir mana permasalahan-permasalahan sumbatan-sumbatan air gitu, kita akan perbaiki. Kemarin kita udah perbaiki pintu air yang retak permintaan warga," tambahnya.

Diketahui, sodetan atau saluran air di permukiman warga dekat Waduk Dogol dibuat untuk mencegah terjadinya banjir. Kawasan itu sempat dilanda banjir selama berhari-hari pada Maret lalu.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT