ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Pintu Air di Sodetan Antibanjir Pondok Bambu Dibangun, Segera Rampung!

Mulia Budi - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 13:53 WIB
Pengerjaan pintu air di saluran sodetan Waduk H Dogol-BKT di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 26 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Pengerjaan pintu air di saluran sodetan Waduk H Dogol-BKT di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 26 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)
Jakarta -

Pengerjaan pintu air untuk sodetan atau saluran air dari Waduk Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim), telah dilakukan demi membebaskan kawasan permukiman setempat dari banjir seperti Maret lalu. Pintu air juga dibangun. Pengerjaan pintu air itu ditargetkan rampung hari ini.

"Ini tinggal finishing pengecatan sama kebersihanlah, kebersihan area," kata salah satu pekerja, Opik, saat ditemui di Waduk Dogol, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (26/9/2022).

Dia mengatakan pengerjaan pintu air itu sebelumnya terkendala oleh cuaca yang kerap turun hujan. Dia menyebut got juga dibuat di sekitar pintu air tersebut atas permintaan warga.

"Hari ini kelar semualah, kemarin kan kendalanya hujan sama bikin saluran baru," kata Opik.

Dia menerangkan para pekerja sempat menahan air di Waduk Dogol saat pengerjaan penggalian untuk pintu air tersebut. Hal itu membuat air hujan sempat menggenangi sejumlah lokasi di sekitar Gang Statistik.

"Kan ini saya bikin mampet akhirnya kan warga itu ibaratnya komplain lah, banjir ke sana, akhirnya bikin saluran baru. Sudah seminggu kemarin," tuturnya.

Pengerjaan pintu air di saluran sodetan Waduk H Dogol-BKT di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 26 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)Pengerjaan pintu air di saluran sodetan Waduk H Dogol-BKT di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jaktim, 26 September 2022. (Mulia Budi/detikcom)

Dia mengatakan pekerja dan warga pun bergotong royong membuat saluran air di sekitar pintu air tersebut. Pengerjaan saluran air itu dilakukan dalam waktu dua hari.

"Saya hampir dua hari gali lagi bareng (warga) posisi hujan-hujanan, masalahnya harus jadi. Langsung jadi, seminggu yang lalu," ucapnya.

"Ya ikutin warga karena kesalahan kita, kita bikin mampet, aliran jadi ke sini kan, lalu kita gali sampai 4 meter-an," lanjutnya.

Dia mengatakan dirinya tak menyangka akan turun hujan saat proses penggalian pintu air tersebut. Dia menuturkan air dari saluran yang dibuat bersama warga itu akan langsung mengalir ke Kanal Banjir Timur (KBT).

"Kita nggak kepikiran hujan gede terus, tiba-tiba hujan tiap hari akhirnya banjir, dan akhirnya bikin baru," ujarnya.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT