ADVERTISEMENT

detikcom Do Your Magic

Got Antibanjir Pondok Bambu Dibangun, Warga Lokasi Ini Khawatir Tergenang

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 08:17 WIB
Pembangunan saluran air di Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 22 September 2022. (Dok Sudin SDA Jaktim)
Pembangunan saluran air di Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 22 September 2022. (Dok Sudin SDA Jaktim)
Jakarta -

Saluran air (got) untuk mengatasi banjir dibangun di kawasan permukiman dekat Waduk Haji Dogol di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, wilayah yang sempat kebanjiran pada Maret lalu. Warga di permukiman lain kini khawatir got antibanjir itu justru bakal memindahkan banjir ke lingkungannya.

Kekhawatiran itu muncul dari warga di RT1, RT2, RT13 di RW11 Kelurahan Pondok Bambu. Lingkungan ini berada di perumahan kawasan Jl Bambu Ori I-IV, Jl Teluk Bima, Jl Teluk Sampit, Jl Teluk Tomini, Jl Teluk Ratai, Jl Teluk Ambon, dan Jl Teluk Mandar. Lokasi permukiman itu berada sekitar 900 meter arah utara dari kawasan permukiman Waduk Haji Dogol di Gang Statistik yang terendam banjir pada Maret lalu.

Warga menyampaikan kekhawatiran akan banjir itu lewat surat kepada Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Timur. Mereka menilai saluran air yang sedang dibangun dari selatan ke arah utara itu dapat membuat lingkungannya kebanjiran. Salah satu perwakilan warga setempat, Jatmiko, menjelaskan keadaan ini.

"Pekerjaan pembuatan sodetan Waduk Haji Dogol menuju Jl Teluk Mandar sangat mengkhawatirkan secara signifikan akan lebih merendam wilayah permukiman kami," kata Jatmiko dalam keterangannya, Sabtu (24/9/2022).

Menurutnya, kontur tanah di permukiman bagian tengah got antibanjir (sodetan) itu cenderung lebih rendah ketimbang daerah sekitarnya, sehingga air bakal menggenang di cekungan itu. Pintu air dan turap sudah rusak, tanggul sepanjang 250 meter di saluran penghubung Jl Teluk Tomini juga penuh air sehingga bakal menumpahkan air ke permukiman apabila volume air bertambah sedikit lagi.

"Tiga mesin pompa sedot air yang ada saat ini dibeli secara swadana oleh warga sudah sering mengalami kerusakan dan tidak maksimal bekerja," kata Jatmiko.

Dia berharap agar kekhawatiran warga akan banjir akibat got baru itu bisa didengar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebaiknya, potensi banjir di hilir saluran air juga turut dipikirkan.

"Pembangunan pekerjaan memang melalui tahapan dan tidak menyeluruh mengingat keterbatasan anggaran, namun harus memiliki skala prioritas yang baik dan benar sehingga lebih bermanfaat dan tidak memberikan dampak negatif yang sangat mengkhawatirkan secara signifikan akan lebih merendam bagi pemukiman wilayah pemukiman kami," kata Jatmiko.

Pembangunan saluran air di Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 22 September 2022. (Dok Sudin SDA Jaktim)Pembangunan saluran air di Gang Statistik, Jl Haji Dogol, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, 22 September 2022. (Dok Sudin SDA Jaktim)

Warga berharap solusi sebagai berikut:

1. Normalisasi aliran sodetan saluran penghubung Jl Teluk Sibolga hingga saluran penghubung Jl Teluk Banda. Aktifkan kembali saluran air depan P2KPTK2 Jakarta Timur dan RSKD Duren Sawit di Jl Duren Sawit Baru.

2. Sumbatan di bawah jembatan Jl Teluk Sibolga harus dijebol agar air bisa mengalirkan air ke saluran penghubung Jl Teluk Sibolga.

3. Tertibkan bangunan di atas saluran penghubung

4. Kuras sumbatan di saluran penghubung Jl Teluk Sibolga menuju kali samping SMP 202 di Jl Buluh Perindu I

Simak juga 'Rekonstruksi Awal Kasus Guru Agama Cabuli Siswi SMP di Batang':

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT