Gerindra Bela Anies soal Saringan Sampah Rp 195 M: Itu untuk Lingkungan

ADVERTISEMENT

Gerindra Bela Anies soal Saringan Sampah Rp 195 M: Itu untuk Lingkungan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 28 Sep 2022 06:21 WIB
Sekretaris Komisi D DPRD DKI darri fraksi Gerindra Syarif
Syarif (Foto: Dok. DPRD DKI)
Jakarta -

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Dwi Rio Sambodo menyebut pembangunan saringan sampah di sungai tidak bisa mencegah terjadinya banjir. Anggota DPRD DKI Fraksi Gerindra, Syarif, mengatakan proyek saringan sampah memang ditujukan untuk urusan lingkungan, bukan strategi penanganan banjir.

"Itu kan kaitan dengan lingkungan hidup untuk menangani sampai di bandan air, bukan banjir, nggak ada korelasinya manajemen pengelolaan sampah dengan manajemen banjir. Pembangunan saringan sampah itu nggak ada kaitan dengan strategi penanganan banjir, nggak ada," kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta fraksi Gerindra Syarif kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Syarif mengatakan fungsi saringan sampah tersebut ialah mencegah sampah masuk dan mengalir ke sungai di Jakarta. Sehingga, kata dia, volume sampah yang masuk ke dalam kota Jakarta berkurang.

"Jadi saringan sampah itu untuk menjaga sampah supaya tidak masuk ke hulu kan maka disaring. Dengan cara seperti itu mengurangi volume sampah di badan air. Itu juga harus digarisibawahi sampah di badan air, bukan sampah di daratan," tutur dia.

"Objeknya beda, nggak ada kaitannya dengan penanganan banjir, kalau kemudian dibuat saringan sampah kemudian membantu mengurangi banjir secara tidak langsung ada kaitan, tapi nggak ada kaitan langsung," imbuhnya.

Mengenai normalisasi sungai, Syarif menyebut tugas Pemprov DKI hanya pada pembebasan lahan. Pengerjaan normalisasi, kata dia, adalah tugas pemerintah pusat.

"Kalau banjir itu strateginya nggak boleh parsial, banyak cara yang bisa ditempuh, kan gitu. Sekarang pendekatannya apa? Pendekatan dari sungai-sungai yang dalam kendali pemerintah pusat. Normalisasi itu kan Sungai Ciliwung itu kan menjadi otoritas pemerintah pusat, tugas DKI hanya untuk pembebasan lahan, kalau pembagian tugas berjalan secara paralel maka itu yang kita harapkan," tutur Syarif.

Syarif mengatakan pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung hingga saat ini masih ada kendala. Dia menyebut lahan tersebut masih ada yang bersengketa.

"Sekarang pembebasan lahan sedang ada masalah, yang terhambat itu masalah dokumen-dokumen surat tanah yang dilakukan verifikasi, kedua adanya sengketa di lapangan, sengketa kepemilikan sehingga tidak dapat dipercepat seperti yang diharapkan," sebut dia.

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Saksikan juga 'Saat Anies Bicara Keadilan-Sentil Kebijakan Era Ahok soal Motor':

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT