8 Fakta Proyek Saringan Sampah Ratusan Miliar demi Cegah Banjir Jakarta

ADVERTISEMENT

8 Fakta Proyek Saringan Sampah Ratusan Miliar demi Cegah Banjir Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 21:19 WIB
Lokasi pembangunan proyek saringan sampah Pemprov DKI Rp 195 M
Proyek saringan sampah dimulai di segmen TB Simatupang (Foto: Tiara Aliya Azzahra/detikcom)
Jakarta -

Proyek saringan sampah di Sungai Ciliwung dimulai. Proyek ini menjadi bagian upaya pengendalian banjir di Jakarta.

Proyek saringan sampah dimulai di segmen TB Simatupang yang tepatnya menjadi perbatasan Jagakarta Jakarta Selatan dan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Berdasarkan catatan detikcom, program itu dianggarkan sebesar Rp 197 miliar. Awalnya, program ini ditargetkan selesai pada Juni 2022.

Berdasarkan Ingub Nomor 49 Tahun 2021, program saringan sampah ini masuk isu prioritas daerah tahun 2021-2022. Dilihat di situs Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (SiRUP LKPP), Selasa (11/1), proyek pembangunan saringan sampah di perbatasan itu masuk kategori pekerjaan konstruksi dengan metode tender.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, program saringan sampah ini memakan dana ratusan miliar rupiah karena harus membuat konstruksi bangunan dengan beton. Fondasi yang dibuat juga harus lebih dalam.

Dia menerangkan saringan sampah yang akan dibangun bukan sekadar saringan untuk menahan sampah. Namun, juga difasilitasi pengolahan sampah dan ditambah penunjang alat berat.

Hari ini, proyek tersebut resmi dimulai. Berikut sejumlah faktanya:

1. Awal Mula Ide Saringan Sungai

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menugnkap awal mula munculnya ide saringan sungai. Dia bercerita tentang masa-masa awal kepemimpinannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan adanya timbunan sampah di sekitar Sungai Ciliwung ketika volume air meningkat.

"Kemudian pada saat itu, saya tanyakan pada tim 'ini sampah dari mana?'. Sampah banyak datang justru dari kawasan, dari luar Jakarta masuk melalui Sungai Ciliwung," ucap Anies di lokasi, Senin (26/9/2022).

"Nah, pertanyaan saya kemudian, kenapa tidak disaring sebelum masuk ke dalam kota sehingga seluruh kawasan aliran sungai, kanan kiri sepanjang Ciliwung di dalam Kota Jakarta terbebas dari limpahan sampah ini," tambahnya.

Anies mengatakan Pemprov DKI kemudian membahas konsep saringan sampah untuk menyaring sampah-sampah sebelum akhirnya aliran air itu bergerak menuju kawasan permukiman padat.

"Kemudian dibahas, didiskusikan, dan diputuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk permukiman yang padat, kawasan yang lebih padat," terangnya.

Lokasi pembangunan proyek saringan sampah Pemprov DKI Rp 195 MLokasi pembangunan proyek saringan sampah Pemprov DKI Rp 195 miliar (Foto: Tiara Aliya Azzahra/detikcom)

2. Cara Kerja

Proyek saringan sampah di Sungai Ciliwung segmen TB Simatupang resmi dimulai. Bagaimana cara kerjanya?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan sistem kerja dari saringan sampah badan air di TB Simatupang ialah ponton terapung yang diterapkan di lokasi saringan akan mengarahkan sampah ke segmen sungai. Pengarahan ini untuk menghindari efek bendung akibat sampah tertahan di badan air.

"Kemudian penyaringan dilakukan secara berlapis, sehingga kegiatan pengambilan sampah dari badan Kali Ciliwung dapat dilakukan secara berjenjang, dari mulai saringan kasar sampai ke saringan lebih halus," kata Asep di lokasi, Senin (26/9).

Proses penyaringan sampah dibagi dalam 2 tahap penyaringan dan 2 tahap pencacahan sampah organik. Nantinya sampah yang dipilah menjadi sampah organik dan sampah anorganik bisa dijual kembali maupun dimanfaatkan menjadi pupuk.

Saringan Tahap 1

Saringan ini berfungsi menangkap sampah-sampah ukuran di atas 50 cm, mengangkat dari badan air, menempatkannya di konveyor untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 5-20 cm.

Saringan Tahap 2

Saringan ini berfungsi menangkap sampah-sampah ukuran di atas 20-50 cm, mengangkat dari badan air, menempatkannya di konveyor dan kemudian membawa ke mesin penghancur (secondary crusher) untuk dihancurkan menjadi ukuran lebih kurang 3-5 cm.

Pencacah Tahap 1

Berfungsi mencacah sampah berukuran besar seperti kayu, bambu, kasur, bekas bangunan, pertanian, dan lain-lain, menjadi ukuran 10-20 cm. Sebelum dimasukkan ke pencacah tahap 2, sampah halus dan sampah kasar akan dipisahkan secara otomatis.

Pencacah Tahap 2

Berfungsi mencacah sampah berukuran besar, seperti kayu, bambu, kasur, bekas bangunan, pertanian, dan lain-lain menjadi ukuran 3-5 cm.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT