DKI Akan Buat Lagi Penyaringan Sampah di Pesanggrahan pada 2023

ADVERTISEMENT

DKI Akan Buat Lagi Penyaringan Sampah di Pesanggrahan pada 2023

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 26 Sep 2022 16:52 WIB
Desain perencanaan saringan sampah di Jakarta.
Desain perencanaan saringan sampah di sungai Jakarta. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan kembali membuat fasilitas penyaringan sampah sungai. Setelah membuat di segmen TB Simatupang, penyaring sampah akan dibuat di daerah Pesanggrahan tahun depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan proyek penyaringan sampah sungai akan dimulai dengan pembebasan lahan pada 2023.

"Yang Pesanggrahan mudah-mudahan tahun depan bisa kita alokasikan anggarannya, paling nggak buat pembebasan," ujar Asep di lokasi pembangunan proyek saringan sampah di TB Simatupang, Senin (26/9/2022).

Proyek di TB Simatupang ini akan menyaring sampah di Sungai Ciliwung segmen TB Simatupang yang menjadi perbatasan Jagakarta Jakarta Selatan dan Pasar Rebo Jakarta Timur.

Diharapkan Kurangi Debit Sampah

Asep mengatakan sistem kerja dari saringan sampah badan air di TB Simatupang ialah ponton terapung yang diterapkan di lokasi saringan akan mengarahkan sampah ke segmen sungai. Pengarahan ini untuk menghindari efek bendung akibat sampah tertahan di badan air.

Penyaringan sampah ini dibuat karena banyak sampah yang menyangkut di pintu air Manggarai. Pemprov DKI pun membangun saringan sampah untuk mengurangi debit sampah di pintu air Manggarai.

Pemprov DKI juga menilai terbatasnya ruang di Pintu Air Manggarai menyulitkan penambahan alat berat untuk mengangkut sampah di Sungai Ciliwung. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan pembangunan saringan sampah ini juga sudah melalui kajian yang matang.

Konsep perencanaan, katanya, dibahas bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan disepakati dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC).

"Jadi proyek ini bukan proyek yang suka-suka DKI, tapi kita selalu koordinasi dengan pihak PUPR, karena pemilik sungai ini adalah PUPR BBWSCC. Jadi setiap bangunan setiap proyek yang ada di aliran bantaran Sungai Ciliwung harus dengan seizin PUPR dan desainnya harus dapatkan dulu persetujuan dulu BBWSCC," jelas Asep.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim proyek saringan sampah ini merupakan yang pertama di Indonesia. Dia berharap proyek ini rampung pada akhir 2022. Dia berharap air yang masuk ke Jakarta lewat Sungai Ciliwung tidak lagi disertai tumpukan sampah.

"Ini adalah proyek pertama kali dan bahkan pertama kali di Indonesia ada penyaringan seperti ini. Nah, kita lihat nanti seberapa efektif. Secara teoretis, efektif ini. Kita lihat di lapangan ya. Kemudian dari situ nanti bisa dikembangkan di semua tempat, bahkan bukan hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia. Dan inilah proyek pertama," kata Anies di lokasi sama.

(jbr/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT