Farhat Abbas Pasang Badan Usai Wanita Emas Jadi Tersangka Kejaksaan

ADVERTISEMENT

Farhat Abbas Pasang Badan Usai Wanita Emas Jadi Tersangka Kejaksaan

Wildan Noviansah - detikNews
Minggu, 25 Sep 2022 22:02 WIB
Farhat Abbas (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Foto: Farhat Abbas (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta -

Farhat Abbas ditunjuk sebagai kuasa hukum Hasnaeni (H) alias wanita emas yang jadi kini tersangka dan ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) atas kasus dugaan korupsi penyimpangan atau penyelewengan penggunaan dana PT Waskita Beton Precast pada 2016-2020. Farhat Abbas siap pasang badan bela Hasnaeni.

Farhat Abbas telah mengkonfirmasi penunjukan sebagai kuasa hukum Hasnaeni. Dia diberi surat kuasa pada Kamis (22/9), tepat 1,5 jam sebelum Hasnaeni ditahan Kejagung dalam kasus tersebut.

"Saya dapat surat kuasa itu selang 1,5 jam sebelum penahanan, paling lama 2 Jam. Begitu tanda tangan kuasa, kita langsung ke Kejagung," ujarnya.

Begitu resmi menjadi kuasa hukum Hasnaeni, Farhat mengaku diminta pergi ke Kejagung untuk memberikan surat pemberitahuan keterangan sakit. Namun, saat itu Kejagung sudah menjemput paksa Hasnaeni untuk kemudian dilakukan penahanan.

"Dia harus berobat di rumah sakit, menghubungi saya untuk menyampaikan surat, cuman selisih waktu saja. Saya mau ke kejaksaan, tim kejaksaan sudah menjemput dia," kata dia.

"Pokoknya pada saat tiba di Kejagung, tim nya sudah di rumah sakit, itu bedanya. Mungkin kalau hari itu ketemu timnya dulu, nggak dijemput," imbuhnya.

Farhat Sebut Penangkapan Hasnaeni Keliru

Farhat Abbas sebagai tim kuasa hukum menilai langkah Kejagung dalam hal ini keliru. Farhat mengatakan bahwa kliennya menderita depresi. Hal itu, menurut dia, diketahui berdasarkan hasil keterangan dokter yang memeriksa Hasnaeni.

"Kalau hasil keterangan dokter itu psikis, depresi. Saya rasa kalau dokter kan ketika ditanya ini orang dirawat atau tidak dirawat, dokter bilang tidak dirawat, tensi normal semua akhirnya diberangkatkan ke Kejagung," kata Farhat kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Farhat menyebutkan, sebelum Hasnaeni ditahan, kliennya itu tidak tidur selama tiga hari karena tengah mengurusi rumahnya yang dieksekusi pengadilan. Dia mengungkapkan, Hasnaeni saat itu tengah menuntut haknya kembali dan membuat laporan polisi.

"Sebelumnya kita kan lagi proses yang eksekusi rumah. Dia sudah tidak tidur tiga hari tiga malam. Karena rumahnya dieksekusi pengadilan. Dan dia merasa haknya dia sebagai warga negara dalam perdata terzalimi. Di berjuang untuk menuntut kembali rumahnya dengan membuat laporan polisi dan gugatan perdata, hingga saat ini status rumah yang di Lebak Bulus itu masih police line dan status quo," jelasnya.

Simak selengkapnya di halaman berikut

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT