Cerita Warga Perumahan Tangsel: Rumah Kebanjiran Saat Ditinggal Kerja

ADVERTISEMENT

Cerita Warga Perumahan Tangsel: Rumah Kebanjiran Saat Ditinggal Kerja

Mulia Budi - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 15:55 WIB
Kondisi di Perumahan Puri Bintaro Indah Tangerang Selatan yang sempat banjir semalam. Hari ini, Sabtu (24/9/2022), banjir sudah surut. Jalanan terlihat kering.
Foto lokasi banjir di Ciputat, Tangerang Selatan, sudah surut di pagi hari. (Mulia Budi/detikcom)
Tangerang -

Perumahan warga RW 02 Puri Bintaro Indah di Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), sempat dilanda banjir tadi malam. Salah seorang warga, Evan (38), masih bekerja saat air banjir itu mulai memasuki rumahnya.

"Posisi pas dapat kabar air naik itu masih di kantor saya di Jakarta Pusat. Sampai rumah itu sekitar 17.30 WIB, air itu udah 50 cm," kata Evan saat ditemui di kawasan Puri Bintaro Indah, Ciputat, Tanggerang Selatan, Sabtu (24/9/2022).

Dia mengatakan hanya ada anaknya yang berusia 12 tahun di rumahnya saat banjir semalam. Air banjir itu juga masuk ke dalam mobilnya.

"Jadi kondisi di rumah cuma anak saya saja, jadi nggak ada yang bisa mindahin mobil. Ya sudah, mobil nggak bisa keluar. Mulai tinggi itu jam 20.00 WIB-an, jam 20.00 WIB itu udah tinggi, ya. Sempat masuk-masuk tipis ke dalam mobil, tapi nggak ada kerusakan yang parah sih," tuturnya.

Dia mengatakan banyak lumpur yang terbawa air banjir semalam. Kemudian, dia berharap pembangunan tanggul baru di Puri Bintaro Indah akan menjadi solusi pencegahan banjir di kawasan tersebut.

"Lumpur kotor air biasanya itu jarang sekotor semalam. Ada kali waktu sudah surut itu hampir 2 jengkal di lantai itu (lumpurnya)," ujarnya.

"Terkait proyek tanggulnya, ya prosesnya lancar, selesai, bisa jadi solusi mengatasi banjir di PBI. Warga nyaman, aman, tenteram," imbuhnya.

Warga lainnya, Irfan (33), mengatakan juga masih bekerja saat air banjir mulai menggenangi rumahnya. Dia mengaku harus menaiki perahu karet saat hendak menuju rumahnya lantaran air banjir mulai tinggi.

"Kemarin karena saya masih kondisi kerja, terus istri di rumah, jadi pulang terhambat karena jalur ke rumah macet total. Jadi istri mengungsi duluan karena tiba-tiba banjirnya itu lumayan cepat, arusnya naik sehingga istri evakuasi dulu ke rumah Bapak RW," kata Irfan.

Irfan sekeluarga pun memilih mengungsi di rumah Pak RW. Dia mengatakan rumahnya terendam banjir sehingga tak ada tempat untuk tidur.

"Saya datang juga kondisi udah pas pulang jam 21.00 WIB itu di sini udah ketinggian 1 meter lebih. Akhirnya baru datang ke sini, evakuasi rumah, baru mengungsi di rumah Pak RW. Kenapa mengungsi? Air surutnya lama, nggak bisa tidur di rumah. Semua diangkatin kan barang-barang, jadinya nggak ada tempat buat tidur semalam," tuturnya.

Banjir di Tol BSD, Serpong, Tangerang Selatan terjadi pada Jumat (23/9) malam. Lalu lintas di lokasi banjir pun sempat dialihkan. Kini banjir sudah surut.Banjir di Tol BSD, Serpong, Tangerang Selatan, terjadi pada Jumat (23/9) malam. Lalu lintas di lokasi banjir pun sempat dialihkan. Kini banjir sudah surut. (Andhika/detikcom)

Dia mengatakan air banjir tadi malam juga membawa lumpur. Menurutnya, lumpur itu lebih banyak dibanding banjir sebelumnya.

"Masih proses bersih-bersih karena memang kan lumpurnya banyak karena tanggul kemarin di sana kan lagi dibongkar, biasanya lumpurnya nggak pernah tinggi banget, tapi kemarin memang ekstrim sih kurang lebih berapa cm gitu untuk lumpurnya aja," ujarnya.

Dia berharap pembangunan tanggul baru di Puri Indah Bintaro dapat segera rampung. Dia mengaku khawatir akan terjadi banjir lagi jika pembangunan tanggul tak kunjung tuntas.

"Harapannya sih cepet ditangani aja karena memang impact nya sangat-sangat besar buat kita di rumah, apalagi kita pekerja yang ninggalin rumah juga, terus kondisi cuaca saat ini kan lagi musim hujan ya semoga ada perbaikan dari sisi perbaikan tanggulnya itu dipercepat aja sih," ucapnya.

Warga lainnya bernama Yudi (46) mengatakan air banjir tak memasuki rumahnya semalam. Dia menuturkan rumahnya menjadi dapur umum hingga tempat pengungsian bagi warga lainnya.

"Ya karena rumah saya agak tinggi kali ya, itu dijadikan 5 keluarga semalam di rumah dan ya sekaligus jadi dapur umum juga, kan banyak anak-anak yang usia sekolah yang SD kan lagi pada ulangan sekarang lagi pada ujian, ya ada lansia juga semalam," ujar Yudi.

Proyek tanggul di Bintaro (Mulia-detikcom)Proyek tanggul di Bintaro (Mulia-detikcom)

Warga harus bersabar menunggu pembangunan tanggul rampung. Menurutnya, pembangunan tanggul itu juga dilakukan untuk kebaikan warga di Puri Indah Bintaro sebagai solusi pencegahan banjir.

"Kalau saya sendiri karena ada pekerjaan tanggul ya, kan tanggul buat kita juga nantinya. Ya risiko yang harus dihadapi, nggak apa-apa lah kita banjir-banjir sekarang, mungkin ke depannya kan cukup baik gitu nggak banjir lagi. Ini kan pekerjaan dari Pemda juga, tujuannya kan pasti buat warga sini juga ya, kan ada plus minus nya juga lah," tuturnya.

(dnu/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT