Tentang Enembe, Wanita Emas, dan AKBP AR Beralasan Sakit Saat Akan Diproses

ADVERTISEMENT

Tentang Enembe, Wanita Emas, dan AKBP AR Beralasan Sakit Saat Akan Diproses

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 15:01 WIB
Hasnaeni Wanita Emas Jadi Tersangka Kejagung, Teriak Histeris saat Ditahan
Ilustrasi. Hasnaeni si Wanita Emas (Silvia Ng/detikcom)
Jakarta -

Sepekan terakhir ini, tiga nama orang berkasus hukum ini mencuat ke publik dan punya satu kesamaan. Mereka sama-sama punya alasan sakit. Ada yang katanya sakit betulan, ada yang tidak.

Tiga orang itu adalah Lukas Enembe, Hasnaeni Moein alias Wanita Emas, dan AKBP Arif Rahman Arifin (AKBP AR). Tiga orang itu masing-masing punya kasus sendiri-sendiri.

Kesamaan alasan sakit dari tiga orang berkasus hukum tersebut disoroti oleh Reza Indragiri Amriel, pakar psikologi forensik lulusan UGM dan Universitas Melbourne.

"Dalam pekan ini ada tiga kasus hukum yang orang-orang terkait di dalamnya disebut-sebut sakit. Ada kepala daerah, LE (Lukas Enembe), Wanita Emas, dan AKBP AR," kata Reza dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Sabtu (24/9/2022).

Berikut adalah catatan terkait tiga orang tersangka kasus hukum itu:

1. Lukas Enembe: Stroke

Gubernur Papua Lukas Enembe telah menjadi tersangka kasus korupsi yang ditangani KPK. Lukas kini dalam kondisi sakit dan ingin berobat ke Singapura. Lukas disebut mengalami stroke.

"Ya salah satunya adalah stroke, tidak bisa bicara. Sudah dari 2015," kata dokter pribadi Lukas Enembe, Anton Mote, di gedung KPK ,Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/9).

Pihak KPK menyatakan dapat mempertimbangkan keinginan Lukas untuk berobat ke Singapura. Namun sebelumnya, KPK perlu memeriksa dulu kondisi kesehatan Lukas. KPK juga punya tim medis yang bisa memeriksa kondisi kesehatan Lukas atau tersangka lainnya. Alasan sakit ini juga menjadi halangan Lukas memenuhi panggilan KPK.

"Alasan ketidakhadiran Tersangka karena kesehatan tentu juga harus disertai dokumen resmi dari tenaga medis supaya kami dapat analisis lebih lanjut. Karena KPK juga telah memiliki tenaga medis khusus dalam melakukan pemeriksaan, baik terhadap saksi maupun tersangka yang dipanggil KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (24/9).

Profil Lukas Enembe, Kini Dicegah ke LN Usai Jadi TersangkaLukas Enembe kini dicegah ke LN setelah jadi tersangka. (Wilpret/detikcom)

Lukas Enembe menjadi Gubernur Papua sejak 2013 dan kemudian menang lagi di Pilgub Papua 2018. Di sisi lain, dokter pribadi Lukas menyatakan Lukas mengalami stroke sejak 2015. Reza Indragiri menyarankan agar penegak hukum mengecek ulang hasil pemeriksaan RSUD Dok II Jayapura tanggal 11 Januari 2018 serta rekomendasi KPU Papua berdasarkan hasil cek medis tersebut.

"Kalau LE (Lukas Enembe) saat itu sudah diketahui mengalami stroke, apalagi sampai tidak bisa berbicara, RSUD dan KPU patut dimintai pertanggungjawabannya," kata Reza.

Selanjutnya, Wanita Emas pura-pura sakit:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT