Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, KPK: Kami Punya Tenaga Medis

ADVERTISEMENT

Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, KPK: Kami Punya Tenaga Medis

M Hanafi Aryan - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 13:35 WIB
Ali Fikri
Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe meminta agar kliennya yang telah menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan dicegah bepergian ke luar negeri diizinkan berobat ke Singapura. KPK meminta Lukas Enembe memenuhi panggilan pemeriksaan lebih dulu.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri awalnya menegaskan KPK menjunjung asas praduga tidak bersalah dan hak asasi manusia dalam tiap penanganan perkara. Dia menyatakan KPK juga menghormati hak tiap tersangka untuk mendapat pelayanan kesehatan jika benar-benar membutuhkan.

"Alasan ketidakhadiran Tersangka karena kesehatan tentu juga harus disertai dokumen resmi dari tenaga medis supaya kami dapat analisis lebih lanjut. Karena KPK juga telah memiliki tenaga medis khusus dalam melakukan pemeriksaan, baik terhadap saksi ataupun tersangka yang dipanggil KPK. Tidak hanya kali ini, sebagaimana diketahui, KPK sebelumnya beberapa kali memberikan kesempatan dan penyediaan fasilitas kesehatan bagi saksi maupun tersangka pada perkara-perkara lainnya," kata Ali kepada wartawan, Sabtu (24/9/2022).

Dia kemudian berbicara tentang keinginan Lukas Enembe berobat ke Singapura. Menurutnya, KPK bisa saja mempertimbangkan hal itu asalkan Lukas Enembe memenuhi panggilan pemeriksaan lebih dulu.

"Adapun keinginan Tersangka berobat ke Singapura, kami pertimbangkan. Namun tentu kami juga harus pastikan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka lebih dahulu ketika dia sudah sampai di Jakarta. Oleh karenanya, KPK tentu berharap pihak dimaksud memenuhi panggilan pada 26 September 2022 di gedung Merah Putih KPK sesuai yang KPK telah sampaikan secara patut," ucapnya.

Sebelumnya, dokter pribadi Lukas Enembe, Anton Mote, menyebut Lukas Enembe mengalami stroke sejak 2015. Anton mengatakan Lukas Enembe tak dapat berbicara dan kondisinya semakin buruk.

"Ya salah satunya adalah stroke, tidak bisa bicara. Sudah dari 2015," kata Anton di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

"Beliau itu sudah sakit lama, makin buruk situasinya sekarang ini," sambungnya.

Anton mengatakan Lukas sering ke Singapura untuk berobat. Dia menyebut kondisi Lukas Enembe menurun karena tekanan dari kasus dugaan korupsi.

"Beliau ke Singapura bukan baru, sudah selalu beliau terus ke sana, jadi bukan baru. Jadi kalau beliau mau ke sana, bukan karena lari dari persoalan, nggak. Berobat murni. Kita dengar hoax yang berlebihan di Indonesia ini gila banget. Hoax sana-sini. Pressure yang tekanan yang sebenarnya belum merasa bahwa saya tidak melakukan ini. Tekanan psikisnya cukup tinggi, stres makin tinggi, semakin menjadi-jadi," ujarnya.

KPK belum mengumumkan secara detail perkara yang menjerat Lukas Enembe sebagai tersangka. Namun Deputi Penindakan KPK Karyoto sempat menyebut dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe ini terkait suap.

"Anggapannya bahwa Tersangka LE itu hanya melakukan korupsi senilai Rp 1 miliar. Dan kenyataannya Rp 1 miliar memang di awal," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Selasa (20/9).

(haf/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT