ADVERTISEMENT

Pengacara Minta Jokowi Beri Izin Lukas Enembe Berobat ke Luar Negeri

Nahda Utami - detikNews
Jumat, 23 Sep 2022 18:29 WIB
Jakarta -

Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, menyatakan kliennya sedang sakit dan harus menjalani pengobatan di luar negeri. Stefanus pun meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan izin Lukas Enembe untuk berobat ke luar negeri.

"Dengan kondisi yang memprihatinkan, dengan kesehatannya Pak Gubernur, saya atas nama tim hukum Gubernur meminta agar Presiden Jokowi memberikan izin beliau berobat ke luar negeri dalam rangka menyelamatkan nyawa dan jiwa Pak Gubernur," kata Stefanus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

"Kami tim hukum memandang bahwa kalau langkah-langkah ini tidak diambil oleh negara bisa membuat suasana di tanah Papua yang tidak harmonis," tambahnya.

Stefanus berharap Lukas Enembe mendapat pengobatan yang baik. Dia berharap Jokowi mengizinkan Lukas Enembe untuk berobat di luar negeri.

"Oleh karena itu, dengan segala hormat kami kepada Bapak Presiden atas nama masyarakat di tanah Papua berikan kesempatan agar Bapak Gubernur jauh dari tekanan ini untuk bisa berobat dan mendapat pelayanan kesehatan," jelasnya.

Stefanus mengatakan Lukas Enembe tidak dapat memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik KPK pekan depan. Dia menyebut kondisi Lukas Enembe semakin menurun.

"Melihat kondisi perkembangan beliau tadi dokter pribadi juga sudah menyampaikan langsung ke Direktur Penyidikan bahwa bapak nggak memungkinkan untuk hadir hari Senin, jadi kami minta agar Pak Gubernur tetap kooperatif," ucapnya.

"Makanya kita datang lebih awal untuk menyampaikan itu karena perkembangan kesehatan Pak Gubernur menurut dokter sudah agak menurun," tambahnya.

KPK telah melayangkan pemanggilan kedua Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Dia diminta datang pada Senin depan.

KPK sendiri belum mengumumkan secara detail perkara yang menjerat Lukas Enembe sebagai tersangka. Namun, Deputi Penindakan KPK Karyoto sempat menyebut dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe ini terkait suap.

"Anggapannya bahwa tersangka LE itu hanya melakukan korupsi senilai Rp 1 miliar. Dan kenyataannya Rp 1 miliar memang di awal," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto kepada wartawan, Selasa (20/9).

Menko Polhukam Mahfud Md juga telah menggelar konferensi pers di Kemenko Polhukam pada Senin (19/9) terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe. Mahfud menegaskan kasus yang menjerat Lukas Enembe merupakan perkara hukum, bukan politis.

Simak juga video 'PD: Kami Tak Sembunyikan Ricky Ham Pagawak Seperti Harun Masiku':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT