Kemendagri: Andi Arief Meralat soal Wagub Papua, yang Datang Oknum Partai

ADVERTISEMENT

Kemendagri: Andi Arief Meralat soal Wagub Papua, yang Datang Oknum Partai

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 13:17 WIB
Gedung Kementrian Dalam Negeri, Jakarta
Gedung Kemendagri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Politikus Partai Demokrat (PD), Andi Arief, mengatakan ada utusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menemui Demokrat untuk meminta agar jabatan Wakil Gubernur Papua itu diisi 'orangnya Jokowi'. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membantah kebenaran cerita Andi Arief. Cerita itu tidak ada hubungannya dengan penersangkaan Lukas Enembe, kader Demokrat dan Gubernur Papua.

"Pertama, tidak benar bahwa ada utusan Presiden Jokowi yang pernah datang ke Partai Demokrat untuk merundingkan jabatan Wakil Gubernur Provinsi Papua," kata Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/9/2022).

Cerita Andi Arief dinilainya tidak logis. Soalnya, jarak antara meninggalnya Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal dengan penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka terpisah satu tahun. Klemen Tinal meninggal pada Mei 2021, sedangkan Lukas Enembe menjadi tersangka pada 5 September 2022.

Pernyataan Andi Arief itu menjadi viral. Menurut Kastorius, Andi Arief cenderung insinuatif atau menyindir, memberi tuduhan secara tidak langsung. Padahal tidak ada hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara cerita bahwa utusan Jokowi datang ke Demokrat dengan dijadikannya Lukas Enembe sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK. Sebenarnya, kata Kastorius Sinaga, tidak ada rekayasa politik dalam penetapan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus korupsi.

"Andi Arif merangkai pernyataannya secara insinuatif dengan mengatakan ada hubungan peristiwa tersebut dengan langkah KPK dalam menetapkan Gubernur Lukas Enembe sebagai tersangka. Artinya, seolah-olah penetapan tersangka LE merupakan rekayasa politik yang berhubungan dengan persoalan pengisian jabatan Wakil Gubernur Provinsi Papua," kata Kastorius, yang dulu juga sempat menjabat ketua di DPP Partai Demokrat.

Kemendagri menyatakan telah menghubungi Andi Arief dan lantas Andi Arief menyampaikan keterangan yang lebih baru soal isu itu. Terakhir, Andi Arief mengatakan orang yang mengatasnamakan Presiden Jokowi itu merupakan oknum-oknum partai tertentu.

"Saudara Andi Arief telah meralat pernyataannya dengan mengatakan yang datang ke Partai Demokrat adalah oknum partai tertentu, dan bukan utusan resmi Presiden Jokowi," kata Kastorius.

Kemendagri berharap semua pihak mendukung dan menghormati proses hukum terhadap Lukas Enembe. Penetapan status tersangka itu adalah murni langkah hukum KPK secara independen berdasarkan laporan hasil analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Lukas Enembe.

Halaman berikutnya, pernyataan Andi Arief di Twitter:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT