Andi Arief Sentil Mahfud soal Dana Otsus Papua Rp 1000,7 T: Salah Data?

ADVERTISEMENT

Andi Arief Sentil Mahfud soal Dana Otsus Papua Rp 1000,7 T: Salah Data?

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 24 Sep 2022 11:07 WIB
Andi Arief (dok. Andi Arief).
Foto: Andi Arief (dok. Andi Arief).
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengaku kesal lantaran dana Rp 1000,7 triliun yang digelontorkan pemerintah sejak otsus Papua 2001 dimulai hingga era Lukas Enembe tidak jadi apa-apa. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief mempertanyakan kebenaran data Mahfud Md.

"Pak Prof @mohmahfudmd kesal dana Otsus Rp 1000,7 T buat rakyat Papua pembangunan tertinggal/dikorupsi. Saya penasaran apa iya?" tanya Andi Arief lewat cuitan di akun Twitternya @Andiarief_ seperti dilihat detikcom, Sabtu (24/9/2022). Andi Arief sudah mengizinkan cuitannya dikutip.

Andi Arief mengatakan, berdasarkan data Menteri Keuangan, dana yang diberikan pemerintah untuk otsus Papua hanya Rp 138,5 triliun. Dia mengatakan Mahfud terkesan mengadu rakyat dengan pemimpin di Papua.

"Data menkeu total Rp 138,5 T termasuk dana tambahan Infrastruktur. Untuk 2 Provinsi, Papua/ Papua Barat. Salah data? kesannya adu rakyat dengan pemimpin Papua, mohon koreksi kalau saya salah data," ucapnya.

Andi Arief lantas menjelaskan lebih lanjut soal cuitannya itu. Dia mengaku menghormati pernyataan Mahfud, tapi heran lantaran hanya Papua yang menjadi stigma. Padahal, kata dia, ada kepala daerah lainnya yang juga mengkorupsi dana APBD.

"Saya menghormati Pak Mahfud. Dia pasti memiliki niat baik. Tapi sebaiknya juga tunjukkan kepala daerah mana yang terbanyak yang juga menimbulkan kemiskinan bagi rakyat karena APBD dikorupsi. Tidak mungkin kan kalau hanya Papua yang menjadi stigma?" ucapnya.

Andi Arief membeberkan daerah yang dimaksud yakni yang dipimpin oleh kepala daerah dari partai yang berkuasa saat ini. "Kalau lihat data kan justru terbanyak dari daerah yang partainya berkuasa saat ini," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT