Kabareskrim Tak Hadir, Sidang Gugatan Eks Pengacara Bharada E Ditunda

ADVERTISEMENT

Kabareskrim Tak Hadir, Sidang Gugatan Eks Pengacara Bharada E Ditunda

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 21 Sep 2022 15:57 WIB
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer (Bharada E) dan pengacara Ronny Talapessy diwakili oleh tim pengacaranya hadir dalam sidang gugatan pencabutan kuasa Deolipa Yumara dan Muhammad Boerhanuddin. Sementara itu, tergugat III, yakni pihak Kabareskrim Polri, kembali tidak hadir.

"Tergugat III masih belum hadir," kata hakim ketua Siti Hamidah saat sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).

Hakim Hamidah mengatakan ini kedua kalinya pihak Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto tidak hadir dalam sidang gugatan pencabutan kuasa mantan pengacara Bharada E itu. Pengadilan akan kembali melakukan pemanggilan peringatan kepada Kabareskrim untuk hadir pada sidang berikutnya.

"Ya jadi untuk tergugat III, ternyata sudah dilakukan pemanggilan, karena ini merupakan panggilan kedua, jadi untuk tergugat III akan dilakukan pemanggilan satu kali lagi dengan peringatan," kata hakim Hamidah.

Hakim Hamidah mengingatkan, apabila Kabareskrim tidak hadir lagi dalam sidang berikutnya, akan hilang hak-hak untuk melakukan pembelaan. Sidang kemudian ditutup dan akan kembali digelar pada 28 September mendatang.

"Apabila panggilan besok untuk sidang yang akan datang tidak hadir, maka akan ditinggal, dan dianggap tidak menggunakan haknya untuk membela kepentingannya di pengadilan tingkat pertama ini dan untuk memberi kesempatan kepada juru sita untuk melakukan pemanggilan kepada tergugat III, maka sidang ditunda satu minggu tanggal 28 September 2022 dengan peringatan panggilannya," kata hakim Hamidah.

"Memerintahkan para pihak yang sudah hadir untuk hadir pada hari sidang tersebut tanpa dipanggil," imbuhnya.

Diketahui, gugatan ini dilayangkan Deolipa dan Boerhanuddin dengan tergugat Kabareskrim, Bharada E, dan Ronny Talapessy selaku pengacara baru Bharada E. Sidang gugatan digelar di PN Jaksel.

Dalam gugatan ini, Deolipa meminta PN Jaksel menjatuhkan hukuman membayar fee pengacara senilai Rp 15 miliar.

"Menghukum Tergugat I, Tergugat II, dan Tergugat III secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee pengacara kepada para penggugat sebesar Rp 15 miliar," kata Deolipa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Senin (15/8).

Berikut isi petitumnya:

1.Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT