Polisi Jelaskan Mekanisme Penahanan 4 Pemerkosa ABG di Hutan Kota Jakut

ADVERTISEMENT

Polisi Jelaskan Mekanisme Penahanan 4 Pemerkosa ABG di Hutan Kota Jakut

Brigitta Belia - detikNews
Senin, 19 Sep 2022 12:40 WIB
Poster
Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Empat anak di bawah umur terduga pelaku pemerkosaan gadis remaja berusia 13 tahun di Hutan Kota, Cilincing, Jakarta Utara tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Pelaku hanya dititipkan karena masih di bawah umur.

"Karena anak ini masih di bawah 14 tahun, menurut sistem peradilan pidana anak di bawah 14 tahun tidak bisa dilakukan penahanan. Tapi boleh dititip," ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Febri Isman Jaya, kepada wartawan, Senin (19/09/2022).

Febri menyebutkan menurut Undang-Undang Sistem Peradilan Anak, pelaku anak di bawah umur akan ditahan selama 15 hari. Setelah itu, sesuai undang-undang, pelaku anak dikembalikan kepada keluarga atau dilakukan pembinaan oleh lembaga terkait.

"Aturan undang-undang (untuk penahanan pelaku anak) itu kan tujuh hari, tapi bisa diperpanjang delapan hari lagi jadinya (total) 15 hari. Nanti kan akan dikembalikan ke aturan yang diwajibkan UU Perlindungan Anak, apakah nanti dikembalikan ke keluarganya atau dilakukan pembinaan selama enam bulan," jelasnya.

Sekadar informasi, pelaku pemerkosa ABG ini berjumlah 4 orang yang rata-rata usianya berkisar antara 12-14 tahun.

Ia menjelaskan selama penahanan, pelaku mendapat pendampingan dari Badan Pemasyarakatan, Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Hal ini merupakan hak daripada pelaku anak yang berhadapan dengan hukum (ABH).

"Ada pendampingan dari P2TP2A dari Walikota, lalu dari bapas, dan LBH. Kami juga tetap intens komunikasi dengan dengan para pelaku ini," tutur Febri.

4 Pemerkosa Minta Damai

Kasus pemerkosaan ABG 13 tahun di hutan kota daerah Cilincing, Jakarta Utara ini disorot Hotman Paris. Menurut keterangan keluarga korban kepada Hotman Paris, terduga pelaku sempat meminta damai dengan korban.

"Karena ini merupakan hal yang sangat serius, mohon jangan ada pihak mana pun termasuk keluarga diduga pelaku untuk tidak memaksa berdamai, agar proses hukum berjalan. Kepada Bapak Kapolres Jakarta Utara agar kasus ini diatensi, LP nomor: B/739 tanggal 6 September 2022," jelas Hotman Paris.

Selanjutnya, pengacara kondang itu mendesak polisi untuk segera melimpahkan kasus tersebut ke pengadilan.

"Kami mengharapkan agar kasus ini segera dilimpahkan ke kejaksaan P-21 agar segera diadili. Tolong jangan ada pihak manapun untuk mendesak ibu ini untuk berdamai. Tidak ada perdamaian untuk pemerkosaan. Tidak ada perdamaian untuk pemerkosaan," tegas Hotman Paris.

Lihat juga video 'Bejat! Pria di Pinrang Perkosa Anak Kandungnya Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]



Baca di halaman selanjutnya: kronologi ABG diperkosa di hutan kota....

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT